• Senin, 4 Juli 2022

Budayawan: Penghargaan untuk Pahlawan Covid Tak Perlu Menunggu Pandemi Berakhir

- Jumat, 5 November 2021 | 17:37 WIB
Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid-19 Jawa Barat. (rianto nurdiansyah)
Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid-19 Jawa Barat. (rianto nurdiansyah)

INILAHKORAN, Bandung - Kalangan budayawan mengapresiasi pembangunan Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jawa Barat.

Upaya Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengabadikan nama-nama nakes di tugu tersebut dinilai sebagai penghormatan bagi para tenaga kesehatan yang telah gugur.

Budayawan Aat Suratin mengatakan, nama para pejuang Covid-19 gugur yang tercantum pada monumen tersebut adalah individu yang telah memilih untuk berkorban menghadapi Covid-19.

“Saya menggunakan termenologi gugur. Apalagi kalau tahu proses mereka gugur, saat awal pandemi kita memerlukan orang yang berani bertaruh nyawa. Mereka ini sebetulnya orang yang mau berkorban dan itu kehormatan bagi mereka sendiri. Karena itu, dalam setiap kesempatan kapanpun juga kalau bisa mengapresiasi mereka kenapa tidak dilakukan itu, relevansinya,” ujar Aat di Bandung, Jumat 5 November 2021.

Baca Juga: Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jabar Ukir 291 Nama Nakes dan ASN yang Gugur

Aat menilai, penghargaan pada pahlawan Covid-19 tidak perlu menunggu pandemi berakhir.

“Kan kita gak tahu kapan pandemi berkahir, kenapa tidak setiap saat kita memberikan apresiasi kepada mereka sebagai pahlawan di masa sekarang,” katanya.

Pahlawan sendiri di kacamata budaya menurut saat ini tidak lagi harus punya tugas spesifik. Tapi pada tugas reguler seperti nakes. Dulu pahlawan dianggap sebagai orang di medan perang yang bertempur dengan peluru, meninggal dan dramatis.

Hal yang sama dengan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, terlebih di awal Pandemi mereka harus memakai hazmat dengan waktu yang cukup lama.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X