• Selasa, 25 Januari 2022

APBD 2022 Turun, Inilah Fokus Pemprov Jabar di Sektor Pendidikan Kata Legislator

- Selasa, 30 November 2021 | 21:15 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung – Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, volume Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 diprediksi turun hingga Rp10 triliun dari tahun sebelumnya.

Dimana APBD pada 2021 sebesar Rp40 triliun dan nanti menjadi sekitar Rp30 triliun.

Penurunan tersebut diakibatkan dampak dari pandemi Covid-19 dan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat tidak lagi melalui provinsi, melainkan langsung didistribusikan ke kabupaten dan kota.

Menyikapi adanya penurunan tersebut, Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengatakan, dari usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait anggaran pendidikan sebesar 33,21 persen dari APBD 2022 dan turut masuk dalam 11 program prioritas dan sembilan program unggulan, tidak ada perubahan signifikan dalam jumlahnya dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Anggaran Hibah Cair, PAH dan Amil Ucapkan Terimakasih dan Janji Bakal jadi Pelecut Kinerja

Hanya saja fokus alokasi anggaran yang berubah, dimana pada 2022 nanti Pemprov cenderung pada bantuan pendidikan kepada siswa tidak mampu dan kesejahteraan guru. Ini dilakukan, sebagai salah satu langkah dalam penanganan dampak pandemi yang turut memengaruhi sektor pendidikan pada saat ini.

“Dari APBD memang kita ada penurunan pemasukan. Tetapi kita bersyukur, karena concern terhadap pendidikan tetap luar biasa. Sebab, perubahan anggaran untuk pendidikan dari tahun sebelumnya tidak signifikan. Masuknya sektor pendidikan dalam program prioritas dan unggulan pada 2022, memang ada perubahan fokus. Pada saat ini, fokus yang dibenahi cenderung pada sistem,” ujar Hadi kepada INILAHKORAN, Selasa (30/11/2021).

“Pertama, bagaimana menyiasati dalam pembiayaan peserta didik yang tidak mampu. Kemudian bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru secara merata, lalu perbaikan kurikulum kita. Ini yang menjadi fokus pada 2022 nanti. Sementara yang berubah atau menurun, adalah pembangunan fisik. Memang ada anggaran, sekitar Rp50 miliar menurun dari tahun sebelumnya karena situasi keuangan kita prihatin,” imbuhnya.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Jabar 2022 Diusulkan 33,21 Persen dari Total Belanja Daerah

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPP Gelar Baksos Peduli Lansia

Senin, 17 Januari 2022 | 10:47 WIB

KPP Jabar Lantik Pengurus KPP Sumedang

Senin, 17 Januari 2022 | 10:34 WIB

DPRD Jabar Dukung Pemekaran Tasikmalaya Selatan

Rabu, 5 Januari 2022 | 16:35 WIB

Tingkatkan Kompetensi SDM, Setwan Jabar Gelar Rakor

Rabu, 22 Desember 2021 | 19:30 WIB
X