• Kamis, 7 Juli 2022

Didukung Berbagai Parpol Maju Di Piplres 2024, Ridwan Kamil: Tahun Depan Masuk Partai

- Rabu, 1 Desember 2021 | 22:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jabar)
INILAHKORAN-Ridwan Kamil buka suara terkait pernyataan sejumlah pengurus partai dan hasil survei yang mendukungnya untuk maju di Pemilihan Presiden 2024. Dukungan untuk maju di Pemilihan Presiden 2024 tersebut dijadikan Ridwan Kamil sebagai penyemangat. 
 
Di samping Ridwan Kamil menegaskan, masih akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat. 
 
Ridwan Kamil menilai, dengan kinerja yang baik akan berdampak pada elektoral. Dia meyakini masyarakat menghargai kinerja tanpa pencitraan. 
 
 
“Dengan kerja ada apresiasi dari warga, baik itu berupa pujian, komentar dan elektoral. Saya sudah haqul yakin kalau independen di level nasional tidak mungkin. Saya akan istikharah tahun depan masuk partai. Doakan saja,” ujar Ridwan Kamil,  Rabu (1/12/2021).
 
Secara pribadi, dia mengaku, masih fokus untuk menentukan partai mana yang akan dipilih untuk kontestasi politik ke depan.
 
“Kalau survei naik turun, saya meyakini kembali bahwa dukungan itu dari akumulasi kerja. fokus aja kerja. tapi kalau ngomomign survei politik, terlalu jauh sekarang. Survei itu relevan kalau berpasangan. lebih realistis. ini kontes berpasangan. bukan kontes individu,” katanya. 
 
 
Kendati begitu, dia akan menjadikan dukungan yang datang dari berbagai kalangan agar dirinya maju dalam kontestasi di level Pilpres sebagai penyemangat. 
 
Sebaliknya, jika ada kritik atau bentuk apresiasinya tidak baik, maka Ia akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. 
 
“Saya tiap hari memperbaiki diri. Apakah survei jelek, saya evaluasi, kalau bagus, apanya yang bagus. setiap hari harus ada perbaikan,” ucap dia.
 
 
Maka dari itu, dia enggan memikirkan mengenai soal siapa yang akan menjadi pasangannya nanti jika jadi berkontestasi untuk Pilpres tahun 2024 nanti. Pun demikian dengan posisi siapa yang menjadi Capres atau Cawapres.
 
“Pelajaran dua kali pilkada, pengantin itu ibarat Siti Nurbaya semua. Tidak pernah saya bisa memilih. Saya manut dengan perjodohan oleh situasi. Setelah dinikahkan, baru belajar mencintai. Yang ngatur jodoh itu bukan si pengantinnya, tapi diatur koalisi,” ungkap dia. 
 
“Ga ada masalah. Kepemimpinan itu di mata tuhan sama saja. Bermanfaatkah dia dengan jabatan nomer 1 (presiden), bermanfaatkan di mata rakyat dengan nomer 2 (wakil presiden). nomer 1 dan 2 sama saja. rakyat lebih sejahtera itu yang lebih penting,” pungkasnya.
 
 
Sebelumnya, Ketua DPW Hanura Jabar, Dian Rahadian pada akhir pekan lalu menyatakan siap mendukung Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di level Pemilihan Presiden.
 
Latar belakang pernyataan itu didasari belum adanya figur lain yang potensial dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2024. Ditambah, belum ada partai lain yang terlihat mendeklarasikan calon yang akan diusung.
 
“DPD Partai Hanura Jabar akan mengusulkan ke DPP agar dapat mendukung Ridwan Kamil untuk maju sebagai Capres 2024. Mau di level daerah atau nasional, DPD Partai Hanura Jabar akan mendukung Ridwan Kamil,” kata Dian.
 
 
Selain itu, Ketua DPW Partai Gelora Jabar, Haris Yuliana menawarkan Ridwan Kamil bergabung dalam partainya karena memiliki hubungan baik sejak Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung.
 
"Kita apresiasi keputusan Ridwan Kamil tentang rencana akan masuk parpol pada tahun 2022 mendatang. Bahkan kita sangat terbuka jika kang Emil mau bergabung bersama kami di Partai Gelora," kata Haris.
 
Terbaru, Jaringan Survei Pemuda Pelajar (JSPP) bekerja sama dengan Rectoverso Institute melakukan survei pada 18-24 November 2021. Ada 800 responden di 27 kabupaten/kota dengan tingkat margin of error 3,53 persen. 
 
 
Direktur JSPP, Muhammad Salman Ramdani mengatakan, sebanyak 34,56 persen responden menyarankan Ridwan Kamil mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Sementara 28,99 persen responden lainnya, menyarankan Ridwan Kamil mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar untuk periode kedua, dan sisanya atau 36,46 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab. 
 
"Terkait posisi capres atau cawapres, sebanyak 29,33 persen responden menilai Ridwan Kamil tepat menempati posisi cawapres dan 28,32 persen responden lainnya menilai Ridwan Kamil tepat menempati posisi capres dan 42,35 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Salman. (riantonurdiansyah) 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X