Legislator Dorong Jabar Benahi Pendidikan Bagi Disabilitas

Anggota Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah Mendorong Pemerintah membenahi pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Legislator Dorong Jabar Benahi Pendidikan Bagi Disabilitas
Anggota DPRD Jabar SIti Muntamah

INILAHKORAN, Bandung – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov), membenahi pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Sebab selama ini kata dia kerap luput dari perhatian pemerintah, baik program maupun kebijakan. Khususnya di bidang pendidikan, guna membangun tujuan Jawa Barat untuk menjadi juara lahir batin berikut sumber daya manusianya.

“Dengan SDM yang juara pasti adalah pendidikan, ada pendidikan yang belum begitu banyak diperhatikan. Kalau sekolah gratis, BPOP kegiatan yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada sekolah ada, ternyata SLB tidak,” ujar Siti dalam agenda reses, Jumat (3/12/2021) lalu.

Baca Juga: Hari Anak Sedunia, Ini Pesan Penting Siti Muntamah untuk Para Orangtua

Dia menilai, kebutuhan pendidikan bagi penyandang disabilitas perlu diperhatikan baik sarana maupun prasarana penunjang. Padahal kata Ummi Siti, para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menerima pendidikan 12 tahun.

“Jadi itu tujuan kami dalam reses ini menitikberatkan perhatian kepada pendidikan SLB, beserta juga kebutuhan-kebutuhan dari para guru dan infrastruktur yang mereka butuhkan. Termasuk pernak-pernik lainnya, saya mendapatkan banyak sekali masukan yang telah dilakukan oleh anggota dewan Komisi V, berkaitan dengan pendidikan SLB ini,” ucapnya.

Ummi Siti memastikan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin, dalam memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi melalui kebijakan-kebijakan yang memihak, agar mereka dapat berkembang membangun hidup sesuai cita-cita yang diimpikan.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siti Muntamah Ajak Pemuda Jabar Bangun Bangsa

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan hingga ekonomi yang mana mereka sangat membutuhkan dorongan agar bisa berkembang. Berupa kebijakan-kebijakan yang ramah bagi mereka," tutupnya. (Yuliantono)***


Editor : inilahkoran