• Senin, 23 Mei 2022

Tugaskan Tri Adhianto Jabat Plt Wali Kota Bekasi, Ini Pesan Ridwan Kamil

- Jumat, 7 Januari 2022 | 23:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jabar)

INILAHKORAN-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengangkat Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi. Itu menyusul ditetapkanya Rahmat Effendi sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ridwan Kamil mengatakan, pengangkatan tersebut sesuai dengan surat yang dikirimkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Hari ini Pak Wakil dipanggil ke Bandung karena kami tadi menyerahkan surat pengangkatan beliau sebagai Plt Wali Kota Bekasi. Dengan surat itu maka beliau bisa melakukan pelayanan publik, menandatangani dokumen, hal-hal yang bersifat hukum karena tidak boleh ada kekosongan hukum. Nah surat ini sudah diserahkan langsung menindaklanjuti kemarin ada surat dari Mendagri Pak Tito yang memerintahkan provinsi untuk secepatnya mengirimkan surat ini," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jumat (7/1/2020).

Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkot Bekasi, KPK Lepaskan 5 dari 14 Orang yang Ditahan

Ridwan Kamil berharap seluruh pelayanan masyarakat di Pemkot Bekasi tidak tergganggu dengan pengangkatan tersebut.
Di sisi lain, pihaknya juga menghargai proses hukum yang dilakukan KPK kepada Rahmat Effendi.

"Kita hanya bisa mendoakan semoga yang terbaik bisa kita dapatkan dan kita doakan beliau (Rahmat Effendi) juga," jelasnya.

Ridwan Kamil juga memberikan arahan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan evaluasi agar praktek-praktek yang melanggar hukum tidak terulang kembali dan segera untuk diperbaiki.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Remaja di Bekasi, Dua Pelaku Awalnya Hanya Cari Gara-gara Ingin Tawuran

"Awal minggu depan saya akan ke Kota Bekasi memberikan arahan kepada eselon II dan III di Kota Bekasi untuk kira-kira bagaimana merespons dan melanjutkan arah pembangunan sambil menguatkan bahwa kepemimpinan tidak boleh terkendala," katanya.

Kepada Tri Adhianto, Ridwan Kamil meminta agar mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa Wali Kota Sebelumnya, yaitu Rahmat Efendi lantaran telah menyalahgunakan wewenang hingga akhirnya terjaring OTT oleh KPK.

"Pak Wakil harus mengambil hikmah dari peristiwa ini yang buruknya tidak boleh diulang, jangan diulang, karena mencederai masyarakat di era demokrasi ini," katanya.

Baca Juga: Hingga Kini Wali Kota Bekasi Masih Diperiksa KPK Pasca Terjaring OTT

Ridwan Kamil menitipkan, di sisa masa jabatan yang hanya 1,5 sampai 2 tahun ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Bekasi. Pasalnya, modal dari kepemimpinan sebelumnya sudah ada, tinggal Plt Wali Kota Bekasi bisa melanjutkan pembangunan tersebut.

"Cepat berbenah karena sisa jabatan tinggal 1,5-2 tahun fokus memberikan pelayanan terbaik dan membangun Bekasi, yang sebenarnya modalnya sangat besar tinggal dieksekusi sebaik-baiknya," jelasnya.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. Selain Rahmat, KPK menjerat delapan tersangka lainnya.

Baca Juga: KPK Lakukan OTT di Bekasi, Nurul Ghufron: Kami Saat Ini Sedang Memeriksa Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Delapan tersangka lain itu yakni Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Rahmat Effendi.

Adapun barang bukti, KPK mengamankan sejumlah uang di antaranya uang tunai sebesar Rp3 miliar dan Rp2 miliar dalam bentuk tabungan. (rianto nurdiansyah)***

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X