• Selasa, 18 Januari 2022

Hadapi Disrupsi 4.0, Kurikulum Bisnis Digital SMK di Jabar Mulai Dibuka

- Selasa, 11 Januari 2022 | 16:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jawa Barat)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jawa Barat)
INILAHKORAN- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mulai membuka kelas perdana Kurikulum Bisnis Digital bagi SMK Jawa Barat di SMK Negeri 1 Bogor, Selasa (11/1/2022). Program pelatihan kelas bisnis digital ini bekerjasama dengan Shopee Indonesia.

Adapun pelatihan, dilaksanakan hingga 12 bulan mulai Januari 2022 dengan melibatkan 206 sekolah kejuruan di Jabar.  

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 406 guru yang mengikuti training of trainer. Sedangkan jumlah siswa yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 26.312 siswa.
 
Baca Juga: Mulai Terang-terangan Nih, Baliho Ridwan Kamil For Presiden Terpasang di Dua Daerah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, berharap melalui kurikulum bisnis digital ini dapat menelurkan generasi penerus yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan tantangan global, sehingga lulusan SMK siap memasuki dunia kerja.

"Dengan begitu anak-anak SMK Jawa Barat akan juara di bidang digital, akan banyak diserap pasar, dan didoakan juga mayoritas menjadi wirausaha," ujar Ridwan Kamil.

Mengingat saat ini Indonesia sedang menghadapi disrupsi, di mana salah satunya disrupsi 4.0 maka lahirnya kurikulum bisnis digital menjadi salah satu bentuk kekuatan di dunia pendidikan. Khususnya, dalam beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan teknologi.
 
Baca Juga: Begini Reaksi Ridwan Kamil Mendengar Survei Nasional Sebut Layak Maju Cawapres 2024

Melalui kurikulum bisnis digital ini juga, bisa memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atau soft skill dalam penyelenggaraan bisnis digital. Pembelajaran digital juga akan melahirkan wirausaha-wirausaha yang bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ridwan Kamil menyebut, SMK di Jawa Barat masih tertinggi dalam persentase penganggurannya. Artinya, kurikulumnya masih konvensional. Sementara Dunia sudah berubah, di mana disrupsi telah tiba, sehingga akan menjadi ancaman jika tidak melakukan perubahan.  

"Cara di Jawa Barat adalah menggandeng institusi 4.0. Shopee adalah institusi 4.0 di bidang e-commerce maka ada kurikulum bisnis digital. Nanti ada kurikulum microsoft, kurikulum tambahan dari Hyundai, dari Samsung, dari semua  industri yang membuat SMK ini nantinya nyambung dengan kebutuhan kerja," imbuhnya.
 
Baca Juga: Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Tinjau Proyek Tol Cisumdawu

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan tujuan dari Kurikulum Bisnis Digital yaitu memberi kesempatan kepada guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampulan alias soft skill. Sehingga, Tenaga pendidik dan siswa SMK di Jabar mampu memiliki daya saing di bidang penyelenggaraan bisnis digital dan kewirausahaan.

"Sehingga ke depan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan dan meningkatkan kesejateraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi," ujar Dedi Supandi.

Adapun ruang lingkup kerjasama, Dedi Supandi menyampaikan menyangkup penyusunan kurikulum, modul dan bahan ajar secara bersama antara pihak SMK dengan Shopee, sosialisasi program kegiatan kepada pihak SMK, training of trainer (ToT) bagi guru SMK, pelatihan bagi siswa SMK dengan lintas program keahlian, praktik kerja lapangan, magang dan rekruitmen karyawan Shopee.
 
Baca Juga: Atalia Ridwan Kamil Berharap Kwartir Sukumi Terus Menebar Benih Kebaikan

"Persiapan sendiri telah dilaksanakan sejak Juni 2021 lalu dengan melakukan sosialisasi, penyusunan Kurikulum dan penyusunan bahan ajar dan modul. Sedangkan ToT untuk guru SMK dilakukan sejak September dan berakhir awal Desember 2021," paparnya.

Dedi Supandi melanjutkan, setelah guru mengikuti Tot makan dapat melatih siswa melalui tiga cara, pertama bagi kela x dilaksanakan secara crash program sesuai dengan keunggulan sesuai dengan kondisi sekolah. Dan bagi SMK pusat (SMK-PK) bisa dilaksanakan melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (P5BK) pilihan kewirausahaan selama 2 jam per minggu.

"Kedua, bagi siswa kelas XI bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran produk kratif dan kewirausahaan (PKK) selama 2 jam per minggu. Dan ketiga, bagi kelas XII bisa dilaksanakan secara crash program juga," katanya.
 
Baca Juga: Empat Warga Kabupaten Bandung Terpapar varian Omicron, Begini Penjelasan Ridwan Kamil

Dedi menyampaikan, pihaknya berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut setiap tahun sehingga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berwirausaha.

"Monotoring dan evaluasi kegiatan bisa dilaksanakan bersama sehingga keberhasilan pelatihan akan lebih optimal," pungkasnya. (riantonurdiansyah)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPP Gelar Baksos Peduli Lansia

Senin, 17 Januari 2022 | 10:47 WIB

KPP Jabar Lantik Pengurus KPP Sumedang

Senin, 17 Januari 2022 | 10:34 WIB

FAGI Jabar Sesalkan Penganiayaan SIswa SMK di Ciamis

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:59 WIB
X