Soal Skema Penutupan Lima Gerbang Tol ke Bandung, Begini Kata Ridwan Kamil

Menanggapi penutupan lima Gerbang Tol di Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan skema terbaiknya pada Polda Jabar

Soal Skema Penutupan Lima Gerbang Tol ke Bandung, Begini Kata Ridwan Kamil
Pada PPKM level 3 ini Ridwan Kamil mengimbau Bodebek dan Bandung Raya meningkatkan tracing Covid-19.

INILAHKORAN, Bandung-Menanggapi penutupan lima Gerbang Tol di Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan skema terbaiknya kepada institusi Kepolisian Daerah Jabar.

"Itu saya serahkan skema sepenuhnya pada kepolisian yang mengatur karena jalur naiknya Omicron di Jabar itu Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat. Jalurnya dari Cipularang," kata Ridwan Kamil saat ditemui di Pantai Karanghawu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/2).

Kelima gerbang tol yang rencananya akan ditutup pada akhir pekan itu adalah Gerbang Tol Pasteur, Kopo, Pasir Koja, Mohammad Toha, dan Buah Batu.

Baca Juga: Waduh! Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Karawang Hampir Tembus Seribu Kasus

Gubernur menilai, banyak wisatawan memilih berwisata ke Bandung karena tak perlu menggunakan pesawat terbang. Oleh karenanya pengelola hotel di Bandung harus melakukan pengetesan yang ketat secara random kepada karyawannya demi memastikan wisatawan yang datang dalam kondisi sehat.   

"Kalau piknik pasti banyak yang memilih ke Bandung terkait repotnya (ketentuan) naik pesawat. Karena itu saya perintahkan pengetesan random supaya dilakukan, khususnya pada karyawan hotel, sebab potensi (kasus) dimungkinkan datang awalnya dari tempat penginapan. Kalau di hotel tak banyak kasus berarti hotel tersebut sudah menjalankan  prosedur dengan baik," ungkap Gubernur yang kerap disapa Emil.

"Tapi kalau pegawai hotel banyak yang kena (COVID-19) berarti ada prosedur yang tidak baik," imbuhnya.

Baca Juga: Ditutup 4 Hari Lagi! Begini Cara Buat Akun LTMPT untuk Daftar SNMPTN dan SBMPTN 2022

Saat ini memang lonjakan kasus COVID-19 di Bandung sedang meningkat hingga 80 persen. Emil menitipkan pesan pada beberapa daerah yang kasusnya rendah untuk tetap mengetatkan penerapan protokol kesehatan, juga dalam penggunaan aplikasi Pedulilindungi.

"Walaupun kasus rendah jangan lengah, khususnya daerah tujuan wisata. Waspada kemungkinan tamu dari Jabodetabek yang membawa virus. Oleh karena itu Pedulilindungi dan penggunaan masker harus sering diingatkan," tandasnya.***


Editor : inilahkoran