Tol Cisumdawu Bisa Digunakan Mudik, Dishub Jabar Usulkan Tujuan Sumedang Saja

jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) bisa digunakan pemudik pada lebaran tahun 2022 ini. disarankan pemudik tujuan Sumedang

Tol Cisumdawu Bisa Digunakan Mudik, Dishub Jabar Usulkan Tujuan Sumedang Saja
Foto udara proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi II di Ciakar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).
INILAHKORAN, Bandung- Kepala Dishub Jawa Barat, Ir A Koswara Hanafi mengatakan jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) bisa digunakan pemudik pada lebaran tahun 2022 ini. Kendati demikian, Cisumdawu disarankan hanya  untuk pemudik tujuan ke Sumedang.
 
Menurut Koswara, alasan hanya untuk diakses pemudik yang ke Sumedang itu, lantaran pihaknya berupaya mengantisipasi kendala pada pintu keluar Cisumdawu yang berada di Pamulihan. 
 
"Nah itu, jalan keluarnya kecil. Kalau mudiknya ke arah timur lewat Cisumdawu nanti menumpuk di situ,"ujar Koswara, di Gedung Pakuan, Kamis (7/4/2022).
 
 
Koswara menyampaikan, sebaiknya Jasa Marga mengarahkan pemudik yang akan lewat Cisumdawu hanya yang akan menuju ke Sumedang saja.
 
"Baru diusulkan itu. Pilihannya ke warga, kita sampaikan di Cisumdawu exit tol seperti ini kondisinya. Tapi tetap jadi alternatif. Cuma ada kondisi seperti itu disarankan yang ke Sumedang saja. Infrastruktur di tol memadai dibuka sudah laik pakai," paparnya.
 
Lebih lanjut, mengenai potensi pemudik Jabar berdasarkan hasil survey ada 9 juta lebih. Hasil survey Kemenhub,  pergerakan pemudik Jabar itu antara lintasan. Yakni, menggunakan jalur tol nasional, jalan nasional dan ada yang lewat juga ke jalan provinsi.
 
 
"Ada beberapa titik yang kita kaji menjadi potensi kemacetan. Misalnya ke arah timur Cileunyi, Kahatex, Nagreg, Limbangan, Gentong. Kemudian ke arah Garut, di Kadungora, Leles itu jadi kawasan yang macet," katanya.
 
Oleh karena itu, kata Koswara, pihaknya sudah membuat kajian manajemen rekayasa lalin dan kepolisian juga sudah membuat rencana operasi cara bertindaknya. 
 
Berdasarkan analisa Dishub, kata dia, dari hasil survei pergerakan pemudik hampir kembali ke kondisi sebelum pandemi. Bahkan, bisa bertambah karena libur panjang yang waktu liburnya hingga 10 hari.
 
 
"Ini juga menambah pergerakan di lokal ditambah tempat wisata. Dulu mikirnya mudik dan  ziarah. Sekarang ditambah tempat wisata harus dibuatkan rencana operasinya juga supaya tidak ada kemacetan," katanya.
 
Untuk mudik gratis, kata dia, tahun ini Jabar tak menyiapkan mudik gratis. Namun,  pihaknya menyiapkan Posko dari provinsi bersama kabupaten/kota. Untuk Posko Jabar ada 9, kabupaten/ kota ada 123 posko, rest area ada 4, posko kepolisian hampir sama dengan Pemprov Jabar ada 9. Aparat yang disiapkan,  ada 4.300 personel.
 
"Pengecekan angkutan kita lakukan di terminal selama masa operasi dan sebelumnya ada PO nya. Dicek semuanya," katanya.
 
 
Posko ini, kata dia, fungsinya pertama untuk mendata seberapa besar kendaraan lewat. Data ini penting buat prediksi kapasitas lalu lintas. Apabila saat mudik datanya banyak maka arus  baliknya juga banyak. 
 
"Ini bisa mengevaluasi hambatannya apa bisa ditampung apa enggak. 
 
Kemudian membantu lalin, pengaturan lalin bersama kepolisian. Fungsi yang terakhir, dipakai titik untuk booster dengan Dinkes. (Riantonurdiansyah)***


Editor : inilahkoran