• Senin, 4 Juli 2022

Sekda Jabar Ajak Waspadai Masalah Kesehatan

- Senin, 23 Mei 2022 | 19:10 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengajak  semua pihak mewaspadai sejumlah hal terkait masalah kesehatan. (Humas Pemprov Jabar)
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengajak semua pihak mewaspadai sejumlah hal terkait masalah kesehatan. (Humas Pemprov Jabar)
INILAHKORAN, Bandung-Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengajak  semua pihak mewaspadai sejumlah hal terkait masalah kesehatan. Termasuk penyakit infeksi, penyakit emerging dan re-emerging. 
 
Menurut Setiawan, penyakit re-emerging adalah penyakit yang telah ada sebelumnya dan muncul kembali, sehingga menyerang suatu populasi namun meningkat dengan sangat cepat. 
 
"Saya melihat di Jawa Barat ada beberapa hal yang perlu kita waspadai. Pertama adalah penyakit infeksi, kedua penyakit emerging, dan penyakit re-emerging," ujar Setiawan saat melepas Roadshow Protokol Kesehatan Dinas Kesehatan  Jabar, di halaman depan Gedung Sate Bandung, Senin (23/05/2022). 
 
 
Setiawan menyampaikan, fenomena perubahan iklim juga pemicu terjadinya re-emerging. Sehingga penyakit yang tadinya sudah tidak muncul kemudian muncul kembali. 
 
Selain itu, penyakit lain juga belum sepenuhnya teratasi, sepertinya halnya Covid-19 yang tetap perlu diwaspadai. .
 
"Meski Pemerintah sudah memperbolehkan di outdoor diperbolehkan lepas masker, tapi tetap pencegahan lebih penting," katanya.
 
 
Berdasarkan teori HL Blum, menurut Setiawan, disebutkan bahwa 40 persen masalah kesehatan adalah terkait dengan lingkungan, 30 persen dari perilaku, 20 persen terpengaruh dari sarana kesehatan, dan 10 persen faktor genetik atau keturunan. 
 
"Artinya kalau kita melihat (masalah kesehatan) yang 30 persen, 40 persen atau 70 persen, apa yang akan kita lakukan," katanya.
 
Saat ini, Covid-19 memang belum benar- benar mereda namun telah muncul penyakit lain, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Ditambah isu munculnya virus lain seperti Virus Hendra. 
 
 
"Pemda Provinsi Jabar terus memantau kesehatan hewan tersebut apalagi sebentar lagi ada Iduladha," kata Setiawan. 
 
Diketahui, rombongan Dinkes Jabar pun hendak bertolak ke Kabupaten Pangandaran guna pelaksanaan promosi kesehatan (promkes), yang meliputi sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pembagian tablet tambah darah. 
 
"Saya apresiasi Bapak/ Ibu sekalian yang akan melakukan sosialisasi terkait promkes, ini sangat penting sekali," katanya.
 
 
Disisi lain, Setiawan menyampaikan, seiring pandemi Covid-19 yang angka penularannya terkendali, ditambah pemerintah pusat yang telah memberi kelonggaran terhadap pemakaian masker di luar ruangan. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak terlena. Kewaspadaan harus tetap diperkuat supaya kestabilan tetap terjaga.
 
"Dinkes Jabar dan jajaran harus terus menginisiasi karena (masalah kesehatan) ini belum berakhir, jadi harus tetap waspada. Dimanapun dan kapanun, yang penting adalah kita konsisten dengan apa yang dilakukan," ucapnya.  
 
Setiawan menilai, langkah sosialisasi yang dilakukan Dinkes Jabar pun menjadi penting ketika masyarakat mulai ada euforia terkait pelonggaran prokes, justru tentang kewaspadaan harus lebih diingatkan kembali.
 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi menuturkan, tujuan pihaknya berkegiatan di wilayah Kabupaten Pangandaran adalah melaksanakan sosialisasi, edukasi terkait prokes secara promotif dan preventif. 
 
Kabupaten Pangandaran dipilih karena merupakan kawasan wisata di Jabar yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal, maupun mancanegara. 
 
"Mengapa Pangandaran? Karena merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Tujuan umumnya mensosialisasikan PHBS, Germas, juga pemberian tablet tambah darah," ungkap Nina. (Riantonurdiansyah)***
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X