Tenang Vaksinasi Anti PMK di Jabar Sudah Dimulai, Sapi Pun Aman Disembelih Saat Idul Adha

Sumedang jadi daerah pertama diJawa Barat yang sudah memulai vaksinasi anti PMK bagi hewan ternak khususnya sapi agar aman disembelih

Tenang Vaksinasi Anti PMK di Jabar Sudah Dimulai, Sapi Pun Aman Disembelih Saat Idul Adha
Pemprov Jabar mulai memberikan vaksinasi anti PMK kepada hewan ternak dan diharapkan pada Idul Adha nanti sapi sudah aman disembelih.

INILAHKORAN, Bandung -Vaksinasi anti penyakit  mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban di Jawa Barat mulai dilakukan. Vaksinasi anti PMK ini dilakukan agar hewan tidak terinfeksi dan bisa disembelih saat Iduladha, Sabtu  9 Juli 2022.

Adapun vaksinasi anti PMK ini dimulai di Tanjungsari, Sumedang pada, Senin  20 Juni 2022.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, vaksinasi anti PMK diberikan agar jika ada yang tertular PMK tidak menularkan pada hewan lainnya. Namun dia meminta, masyarakat agar tetap tenang menyikapi PMK pada hewan ternak ini mengingat sedang terus ditangani dengan baik.

Baca Juga: Asep Wahyuwijaya Desak Negara Turun Tangan Atasi Wabah PMK

 "40 persen dari yang terpapar itu sudah sembuh," ujar Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, penanganan PMK ini serupa dengan yang dilakukan untuk menyikapi kehadiran Covid-19. Di mana vaksin diberikan secara tiga tahap.

"Untuk yang pertama terus kedua seperti covid juga dan booster. Nah dengan tingkat kesembuhan yang terus membaik diharapkan secepatnya PMK ini bisa kita kendalikan," paparnya.

Dia menyampaikan, untuk hewan kurban yang sehat akan diberikan sertifikat. Di mana dapat dilihat melalui scan barcode yang ada di kuping hewan kurban khususnya sapi.

Baca Juga: Pemkab Garut Usulkan Vaksin PMK untuk 13.330 Hewan Ternak

Tanda hewan kurban yang sehat dan siap dipotong tersebut dapat diindikasi melalui ponsel.

"Setiap kuping sapi yang sehat dan sudah di vaksin itu bisa di scan barcodenya ada kepingan warna kuning di kupingnya menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan kegiatan sesuai khususnya terkait dengan sapi potong," jelas dia.

Ridwan mengungkapkan, jika ada satu hewan terkena, maka akan langsung menyebar ke hewan lainnya. Selain itu, PMK juga dapat mempengaruhi kondisi produksi susu di Jabar.

Karena itu, menurut dia, pengendalian PMK sendiri sangat penting.

Baca Juga: Kurban di Wabah PMK, Empat Organ Tubuh Hewan Ini Kurban Harus Diperlakukan khusus

"Sapi perah ini se-Jawa Barat ada 76.000. Kalau ada satu sapi terkena PMK itu produksinya bisa turun sampai 80% jadi sangat mempengaruhi suplai susu di Jawa Barat yang kita butuhkan sehari-hari," katanya.

Ridwan berharap, hewan kurban dan sapi perah khususnya, bisa terbebas dari PMK. Dia juga percaya bahwa vaksinasi itu bisa memutus mata rantai PMK di Jabar.

"Dengan tingkat kesembuhan yang juga membaik diharapkan secepatnya PMK ini bisa kita kendalikan," kata dia.

Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Bogor Melonjak Tiga Kali Lipat, Jumlahnya Mencapai 910 Ekor

Vaksinasi anti PMK di Jabar dilakukan di lima besar sentra sapi. Kelimanya yaitu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang.

"Penanganan PMK ini Insyaallah tertata dengan baik. Menjelang idul kurban bulan depan jangan khawatir, pilih hewan yang ada sertifikat sehatnya, laksanakan ibadah idul kurbannya seperti sedia kala," kata Emil. (Riantonurdiansyah).


Editor : inilahkoran