• Senin, 27 Juni 2022

Duka Bobotoh di GBLA, Ridwan Kamil: Hidup Ini Harus Selalu Ikut Aturan

- Senin, 20 Juni 2022 | 21:40 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik 864 Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Kamis (16/6/2022). (Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik 864 Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Kamis (16/6/2022). (Humas Pemprov Jabar)
INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Rdiwan Kamil turut berduka atas insiden di laga Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya hingga menewaskan dua Bobotoh di Stadion GBLA, Jumat (17/6/2022) malam. 
 
Pada laga tersebut, dua orang Bobotoh yakni Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup menjadi korban atas membludaknya penonton. 
 
Ridwan Kamil mengatakan, insiden yang menewaskan dua orang Bobotoh ini harus menjadi catatan untuk semua pihak. Evaluasi harus dilakukan agar tidak terjadi lagi insiden serupa di kemudian hari.
 
 
"Harus jadi evaluasi, pertama untuk bobotoh kalau tidak punya tiket, jangan datang. Ikutilah aturan, hidup ini harus selalu ikut aturan," ujar Ridwan Kamil, Senin (20/6/2022). 
 
Menurut Ridwan Kamil, bilamana berkaca pada kejadian tewasnya dua bobotoh di GBLA ini maka ada sejumlah catatan yang harus dievaluasi. Jika saja taat aturan, menurut dia, seharusnya peristiwa ini bisa dicegah. 
 
Ridwan mengatakan, tiket yang sudah disediakan oleh panitia sudah diatur sesuai ketentuan laga. Namun, dengan banyaknya masyarakat yang tidak tertib akhirnya membludak. 
 
 
"Ini adalah contoh kalau hidup tidak ikut aturan, tiketnya hanya 15 ribu yang datang lebih dari itu, berarti banyak yang datang tidak pakai tiket, itu saja sudah salah," katanya. 
 
Dia berharap ke depan terkait pengamanan lebih ditingkatkan. Di mana antisipasi membludaknya penonton dari luar stadion pun harus dikondisikan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
"Kedua evaluasi pengamanan, masukan dari saya lain kali kalau di GBLA dicegatnya itu jauh-jauh dari stadionnya, jadi kayak berlapis kayak di PON Papua berlapis-lapis, dari ujung jalannya bagi yang gapunya tiket udah gakboleh mendekati, yang mendekati yang punya tiket," katanya.
 
 
Pasalnya, pada laga Persib melawan Persebaya itu banyak penonton yang datang justru tidak membawa tiket bisa dengan mudah masuk ke Stadion GBLA
 
"Jangan kayak kemarin saya lihat yang gak punya tiket bisa megang gerbang GBLA. Itu udah bocor menurut saya, harusnya dari jauh-jauh, sekian Kilometer, orang yang tidak bertiket sudah gak boleh masuk, sehingga tidak terjadi seperti yang tidak diinginkan," katanya. 
 
Ridwan berharap, insiden yang dialami dua bobotoh ini tidak terulang dalam laga Piala Presiden yang tengah berlangsung atau liga lainnya yang akan datang. Menurutnya, sepak bola harus jadi pemersatu bukan untuk membuat korban jiwa. 
 
 
"Ketiganya saya turut berduka cita dan saya sudah kirim bunga duka juga pada dua korban dari Kota Bandung dan Bogor. Mudah-mudahan tidak terulang lagi, karena buat apa bersepakbola kalau harus mengorbankan nyawa manusia, menurut saya tidak selayaknya kita hidup seperti itu," kata dia. (Rianto Nurdiansyah)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X