DPRD Apresiasi Kebangkitan Ekonomi di Jabar Pasca Dilanda Pandemi

PAD APBD Pemprov Jabar bertambah Ineu Purwadewi Sundari pun mengklaim perkeonomian di Jabar mulai bangkit pasca pandemi

DPRD Apresiasi Kebangkitan Ekonomi di Jabar Pasca Dilanda Pandemi
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari .

 

 

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari menilai ekonomi pasca pandemi di Jabar mulai bangkit. Hal ini seiring pendapatan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jabar tahun 2021 yang melebihi target.

Diketahui, pendapatan pendapatan pada APBD Jabar 2021 menyentuh angka 102,41 persen. Jika dinominalkan hingga 31 Desember 2021 realisasinya sebesar Rp36,991 triliun. Angka tersebut berhasil melebihi target pendapatan yang telah ditetapkan sebesar Rp36,123 triliun

"Di tengah pandemi pemerintah Provinsi Jabar mampu mengoptimalkan pendapatan daerah. Yang mana kita ketahui bersama selama dua tahun berturut-turut kemarin kan kita dilanda pandemi Ineu Purwadewi Sundari, Senin  27 Juni 2022.

Baca Juga: Pansus VI DPRD Jabar Nilai DLH Sumsel Layak Ditiru

Menurut dia, selama dua tahun pandemi Pemprov Jabar sampai melakukan refocusing anggaran hingga 5 kali. Itu akibat pendapatan tak mencapai target

Ineu juga menilai dengan capaian pendapatan yang melampaui dari target yang diperkirakan berarti bagus. Hal itu pun, sekaligus menunjukkan tentunya kebangkitan ekonomi pasca pandemi berjalan.

"Kan kemarin disahkan 2021 ini kita mulai kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Jadi, kalau di 6 bulan ini ada kenaikan pendapatan lagi menunjukkan kebangkitan ekonomi mulai bergerak walaupun kan masih kemarin," paparnya.

Baca Juga: Pansus VI DPRD Jabar Gali Data DKI Jakarta Guna Matangkan Raperda RPPLH

Ineu mengatakan, dengan melampaui target walaupun hanya 2 persen,  setidaknya dari target pasca pandemi ada pertumbuhan.

"Pas pandemi turunnya cukup banyak, awalnya targetnya 45 trliun, lalu diturunkan menjadi 40 triliun serta terus turun jadi 37 triliun. Turunnya memang cukup banyak lagi. Cuma sekitar 35 triliun yang tercapai jadi tak sesuai dengan target yang ada," katanya.

Karena, kata dia, yang disebut pendapatan bukan hanya dari PAD saja. Namun berhubungan juga dengan pusat yang menurun. Hanya saja untuk menggenjot pendapatan memang berasal PAD.

Baca Juga: Dinkes Kabupaten Bogor Mohon Bankeu Rp230 Miliar, Begini Reaksi DPRD Jabar

"PAD ini kuncinya, ada di Bapenda. Kemarin kita menargetkan dari 2021 tapi prognosisnya baru awal Juli. Yang pasti pendapatan itu memang mayoritas berasal dari PAD," kata Ineu.

Karena itu, menurut Ineu program pemutihan pajak, yan dilakukan Bapenda dari awal Juli sampai Agustus 2022 ini pun merupakan langkah yang baik untuk menggenjot pendapatan.

 "Menurut saya kalau sebelum pandemi program pemutihan ini cukup efektif. Kan yang biasanya bayar nanti jadi duluan karena ada program bebas biaya balik nama," paparnya. (Riantonurdiansyah)


Editor : inilahkoran