Rencana Beli BBM Via MyPertamina, Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Kuasai Budaya Digital

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar untuk mulai menguasai budaya digital. aturan pembelian Pertalite dan Dexlite

Rencana Beli BBM Via MyPertamina, Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Kuasai Budaya Digital
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik 864 Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Kamis (16/6/2022).
INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar untuk mulai menguasai budaya digital.
 
Imbauan tersebut menyusul rencana sejumlah kebijakan yang akan melibatkan pendekatan digital, seperti aturan pembelian Pertalite dan Dexlite via aplikasi MyPertamina. 
 
Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat harus sudah mulai beradaptasi dengan digitalisasi era disrupsi ini. Dia menilai, kebijakan digitalisasi pembelian kebutuhan pokok seperti BBM sudah selaiknya diterapkan.
 
 
"Setiap disrupsi nggak bisa dihindari. kuncinya adalah semua warga Jabar saya himbau segera menguasai budaya digital. ini akan terjadi ke semua produk kira-kira begitu ya. Dari mulai minyak goreng dari mulai nanti BBM ke lain-lain," ujar Ridwan Kamil, di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (27/6/2022).
 
Menurut dia, membiasakan diri untuk menerapka akses digital harus dilakukan. Mengingat, di zaman yang akan datang tidak kaget bahwa semuanya dilakukan serba digital.
 
 
"Maka yang belum biasa berlatihlah dari sekarang, jangan kaget pasti akan ada kebijakan-kebijakan lain dari pemerintah pusat yang mewajibkan proses ekonominya itu berbasis digital," katanya.
 
 
Diketahui, pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bakal dibatasi. Pengendara yang ingin membeli BBM jenis Pertalite diminta untuk mendaftarkan diri di situs web subsiditepat.mypertamina.id.
 
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran. Atas dasar itu, Pertamina berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina. 
 
“Kami menyiapkan website MyPertamina: https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022," kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution melalui keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).
 
 
Saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini.
 
Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kabupaten/kota yang tersebar di 5 provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
 
Sebagai BBM bersubsidi, penyaluran Solar dan Pertalite penugasan diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas Nomor 4/2020.
 
“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas," ujarnya.
 
 
Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, dia menyatakan pihaknya harus patuh, tepat sasaran, dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah.
 
"Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” sebut Alfian. (Riantonurdiansyah)***


Editor : inilahkoran