Kesaksian Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Eril Jadi Nomor Satu yang Disorot Netizen

Tim Jabar Saber Hoaks merilis lima isu tertinggi yang menjadi sorotan netizen di media sosial pada pekan ini.

Kesaksian Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Eril Jadi Nomor Satu yang Disorot Netizen
Kerabat bersama Anggota Brimob Polda Jabar mengangkat peti jenazah almarhum Emmeril Kahn Mumtadz saat tiba di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022). Jenazah putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut disemayamkan di Gedung Pakuan untuk disholatkan dan kemudian dimakamkan di kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (13/6). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
INILAHKORAN, Bandung- Tim Jabar Saber Hoaks merilis lima isu tertinggi yang menjadi sorotan netizen di media sosial pada pekan ini.
 
Lima isu tertinggi ini merupakan hasil pengecekan fakta oleh tim Jabar Saber Hoaks yang menjadi sorotan netizen. 
 
Kordinator divisi Pelayanan Aduan dan Pemeriksa Fakta Jabar Saber Hoaks (JSH), Rd Tommy Sutami mengatakan berdasarkan pengklasifikasian pada tipe atau jenis disinformasi/misinformasinya, dari total keseluruhan isu yang diverifikasi oleh Unit Kerja Jabar Saber Hoaks terurai menjadi tujuh tipe atau jenis hoaks. 
 
 
Tujuh tipe hoaks itu, yaitu  berjenis konten satire atau parodi, konten menyesatkan (misleading content), konten yang direkayasa (manipulated content), konten tiruan (imposter content), konteks yang keliru (false context), keterhubungan yang keliru (false connection), serta konten yang murni dipabrikasi alias fabricated content.
 
Adapun isu pertama yang menjadi sorotan netizen pada pekan ini yaitu terkait Justin Bieber yang mengaitkan kelumpuhan wajahnya dengan Vaksin Covid-19.
 
Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 72 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 5.513.
 
"Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks isu dengan kategori figur itu adalah informasi keliru alias disinformasi dan tergolong sebagai jenis hoaks konten menyesatkan (misleading content)," ujar Tommy, Kamis (30/6/2022).
 
Isu kedua, menurut Tommy, yaitu mengenai kelompok Anies pesta pora makan duit rakyat. Unggahan pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 117 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 6.455.
 
 
"Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks isu dengan kategori politik itu adalah infromasi keliru alias disinformasi dan tergolong sebagai jenis hoaks kontek yang tidak memiliki keterhubungan (false context)," katanya. 
 
Isu ketiga, yaitu mengenai baterai ponsel di bawah 10 persen diklaim dapat keluarkan radiasi seribu kali lebih kuat.  Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 127 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 8.223.
 
"Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks isu dengan kategori teknologi itu adalah informasi keliru alias disinformasi dan tergolong sebagai jenis hoaks konten menyesatkan (misleading content)," ungkapnya. 
 
Keempat, isu terkait mata uang terbaru bergambar Presiden Jokowi akan dikeluarkan BNI. Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 197 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 10.013.
 
"Hasil pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks isu dengan kategori ekonomi itu adalah informasi keliru alias disinformasi dan tergolong sebagai jenis hoaks dengan konten yang dimanipulasi (fabricated content)," katanya.
 
 
Isu hoaks kelima sekaligus yang mendapatkan sorotan tertinggi netizen, yaitu mengenai kesaksian sopir ambulan pembawa jenazah Emmeril Kahn Mumtadz putra Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mendapatkan wangsit. Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 280 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 11.782.
 
"Hasil pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks, isu dengan kategori musibah itu adalah informasi keliru alias disinformasi, masuk sebagai jenis hoaks dengan konten menyesatkan (misleading content)," katanya 
 
Tommy menilai, di era kemajuan digitalisasi informasi hari ini penyebaran hoaks dengan beragam motif dan kemasan atau framing kian meluas. Terutama, di ruang-ruang interaksi komunikasi publik maupun wabilkhusus yang menyebar di ruang-ruang komunikasi digital.
 
 
"Sebagai masyarakat informatif, seyogiyanya kita harus selalu waspada dan rajin bertabayyun, kritis, juga teliti," katanya.*** (Rianto Nurdiansyah)
 
 


Editor : inilahkoran