PTPNVIII Gunakan CNG sebagai Alternatif Bahan Bakar di Pabrik Pengolahan Teh

Komoditi Teh menjadi salah satu komoditas yang menjadi kegiatan utama bisnis perkebunan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

PTPNVIII Gunakan  CNG sebagai Alternatif Bahan Bakar di Pabrik Pengolahan Teh
CNG dijadikan alternatif bahan bakar untuk mengolah teh

 

INILAHKORAN, Bandung - Komoditi Teh menjadi salah satu komoditas yang menjadi kegiatan utama bisnis perkebunan  PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

Harga Jual teh yang relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan selama bertahun-tahun menjadi tantangan tersendiri sehubungan dengan semakin meningkatnya harga bahan baku olah dan upah tenaga kerja. Diperlukan strategi dan solusi agar Harga Pokok Produksi tidak lebih tinggi dari Harga Jual produk Teh.

Proses pengolahan daun teh menjadi bubuk Teh (tea bulk) di PTPN VIII saat ini menggunakan bahan bakar Wood Pellet (WP), khususnya untuk proses pengeringan Daun Teh. Namun terdapat beberapa kendala dalam penggunaan WP tersebut, yaitu jumlah pasokan di dalam negeri yang kurang sehingga mengakibatkan harga WP yang semakin meningkat.

Baca Juga: Sah, Mapolsek Megamendung Kini 'Resmi' Berdiri di Lahan PTPN VIII

Kurangnya pasokan dalam negeri diakibatkan oleh tingginya kebutuhan WP untuk ekspor ke luar negeri, sehingga terjadi kelangkaan dan system pembayaran untuk pembelian WP yang memprioritaskan pembayaran di awal kontrak atau cash before delivery.

Dengan kondisi tersebut, sebagai perkebunan besar yang membutuhkan jumlah WP sangat banyak, PTPN VIII mencari energi alternatif sebagai bahan bakar pengolahan Teh. Salah satu alternatif penggunaan bahan bakar yang berpotensi dapat mensubsidi kebutuhan WP adalah penggunaan  Compressed Natural Gas (CNG) yang dalam hal ini bekerjasama dengan pihak ketiga.

Beberapa keunggulan CNG diantaranya adalah proses pembakaran gas alam merupakan pembakaran sempurna (losses 0%) dibandingkan bahan bakar WP dengan losses sebesar 30-44% karena pembakaran kurang atau tidak sempuma, yaitu menghasilkan gas CO atau sebaglan material tidak terurai berupa karbon/jelaga; dan nilai kalor CNG relatif lebih tinggi daripada WP, yaitu sebesar 9.923 KKal/m3 dibandingkan WP 4.200 KKal/Kg.

Baca Juga: PTPN VIII Optimalkan Aset Non Komoditi Sebagai Objek Bisnis Baru Melalui Skema Kerjasama

Percobaan penggunaan bahan bakar CNG telah dilaksanakan di Pabrik Sperata Kebun Rancabali mulai bulan Mei 2022. Dalam tahap uji coba tersebut, suhu inlet sudah tercapai sesuai standar kebutuhan suhu mesin TSD {105-110 °C) dan suhu mesin VFBD {110- 135 °C), penggunaan bahan bakar CNG ini akan efektif apabil tercapainya sasaran rasio penggunaan bahan bakar.

Menurut Ir. Dian Hadiana Arief selaku Plt. SEVP Operation PTPN VIII, “Tujuan dilakukan penelitian ini  adalah untuk mengetahui dan membandingkan efisiensi biaya penggunaan bahan bakar WP dan CNG, dengan sasarannya adalah biaya pengolahan dapat lebih efisien serta menjamin kontinuitas proses pengolahan teh agar tidak bergantung hanya pada satu jenis bahan bakar.” 

Upaya pencapaian sasaran guna mendapatkan nilai efisiensi dari penerapan energi alternatif ini terus dikembangkan berdasarkan hasil pengamatan pada proses pengolahan.

Baca Juga: Banyak Alih Fungsi Lahan, Dewan Minta Pemerintah Cabut HGU Milik PTPN dan Perhutani

PTPN VIII terus berupaya untuk menerapkan energi alternatif yang ramah lingkungan dalam setiap aktivitas proses bisnis di lapangan, hal ini sejalan dengan tujuan korporasi yaitu menjadi perusahaan agribisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan. (*)

 


Editor : inilahkoran