Jangan Ngeyel, Stop PTM di Bandung, Jika Jujur Setiap Sekolah Diyakini Ada yang Positif Covid 19

Covid 19 varian Omicron di Kota Bandung semakin meningkat dari hari ke harinya. Salah satunya yang terimbas adalah siswa yang menjalani PTM.

Jangan Ngeyel, Stop PTM di Bandung, Jika Jujur Setiap Sekolah Diyakini Ada yang Positif Covid 19
Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan mengaku SMA Negeri 22 Bandung sial terjaring tim saber Pungli.



INILAHKORAN, Bandung - Covid 19 varian Omicron di Kota Bandung semakin meningkat dari hari ke harinya. Salah satunya yang terimbas Covid 19 varian Omicron adalah siswa-siswi sekolah.

Melihat kejadian ini, Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat Iwan Hermawan mendesak kepada Wali Kota Bandung, Ketua Satgas Covid 19 dan Dinas Pendidikan Kota Bandung, agar dihentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

"Mending anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dululah selama 14 hari. Sebab diatur dalam Perwal dan SKB 4 Menteri," ujar Iwan Hermawan, Senin 7 Februari 2022.

Dia mengatakan, hampir setiap sekolah, khususnya di Kota Bandung ada yang positif Covid-19. Sehingga, kalau memang setiap sekolah melakukan tes acak, maka sepertinya setiap sekolah ada yang positif. Namun persolannya ada sekolah yang jujur dan ada sekolah yang tidak jujur.

Baca Juga: Catat! Mulai Besok, Bandung Barat Stop PTM, Diganti dengan PTM 50 Persen

Dia mengkhawatirkan, saat ini yang positif Covid-19 varian Omicron tidak pernah bergejala apapun. Berbeda dengan varian Delta, kalau varian Delta langsung bergejala.

"Oleh karena itu mungkin saja orang-orang yang terpapar Covid-19 varian Omicron berkeliaran di sekolah, tanpa melakukan PCR atau rapid antigen," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung membatasi kapasitas siswa yang dapat mengikuti PTM di sekolah, dari 100 persen menjadi hanya 50 persen, akibat adanya lonjakan kasus Covid 19.

Baca Juga: Disdik Tentukan PTM di Kota Bandung Usai Evaluasi Rampung

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Bandung, Minggu mengatakan kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 13 Tahun 2022 tentang perubahan kelima atas Perwal Nomor 103 Tahun 2021 tentang PPKM.

"Ini harus kita antisipasi dan sesuaikan, tapi nanti kalau eskalasinya meningkat, tentu tidak kita harapkan, maka sebuah keniscayaan regulasi akan berubah lagi," katanya.

Adapun kebijakan tentang pengetatan PTM itu tertuang dalam Pasal 6 Perwal 13 Tahun 2022. Pada ayat ke tiga, disebutkan satuan pendidikan melaksanakan PTM dengan kapasitas paling banyak 50 persen per kelas.

Kemudian daftar satuan pendidikan yang dapat melaksanakan PTM itu ditetapkan oleh keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sebelumnya, ada sebanyak 330 sekolah yang diizinkan menggelar PTM dengan kapasitas 100 persen.

Baca Juga: Pemkot Bandung Perketat Verifikasi dan Validasi PTM di Seluruh Sekolah

Meski begitu, kata Ema, perwal itu pun menjamin sekolah yang belum bisa menggelar PTM tetap bisa menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurut Ema, kebijakan pengurangan kapasitas siswa yang dapat belajar di sekolah itu tak lain untuk mewaspadai kasus COVID-19 yang kini tengah memuncak. Dalam sepekan, kata dia, kasus COVID-19 di Bandung dapat meningkat hingga 10 kali lipat.

"Itu yang harus kita waspadai, BOR (angka keterisian rumah sakit) juga kan sudah mulai bergerak lagi, itu yang saya khawatir," kata Ema. (Okky Adiana)

 
 


Editor : inilahkoran