Jenazah di TPU Cikadut Boleh Dipindahkan, Ini Syaratnya

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari mengatakan, pemindahan jenazah dari tempat pemakaman umum (TPU) yang dikelola Pemkot Bandung sangat dimungkinkan. Dalam hal ini, pihaknya hanya pada posisi memenuhi permintaan dari para ahli waris.

Jenazah di TPU Cikadut Boleh Dipindahkan, Ini Syaratnya
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari mengatakan, pemindahan jenazah dari tempat pemakaman umum (TPU) yang dikelola Pemkot Bandung sangat dimungkinkan. Dalam hal ini, pihaknya hanya pada posisi memenuhi permintaan dari para ahli waris.

Dia menegaskan, pemindahan jenazah sudah lumrah dilaksanakan. Namun, mengingat situasi pandemi Covid-19. Maka terdapat sejumlah ketentuan dan prosedur yang harus ditempuh.

“Kita hanya memenuhi permohonan dari ahli waris, karena ingin pemindahan jenazah. Kalau dari sisi regulasi di Perda, kita diatur dimungkinkan untuk dilakukan pemindahan jenazah. Hanya ada syarat-syaratnya,” kata Bambang, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga : Melirik Kinerja KSBM Cilengkrang Kabupaten Bandung

Dia menyebutkan seperti yang terjadi belakangan ini. Terinformasikan perihal masyarakat memindahkan jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 dari TPU Cikadut. Dari data per 14 Maret 2021, terdapat 999 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan, dan 153 diantaranya telah dipindahkan.

Bambang menegaskan, pihak Distaru tidak pernah mempersulit proses pemindahan jenazah. Namun, ada sejumlah prosedur yang dipastikan telah dipenuhi. Seperti adanya surat keterangan dari rumah sakit yang menyatakan jenazah telah negatif tidak terpapar Covid-19. 

“Kalau yang Covid, harus ada surat keterangan dari rumah sakit sebelumnya yang menyatakan bahwa jenazah tersebut adalah negatif Covid. Nah kalau yang positif Covid tidak boleh dipindahkan,” ucapnya. 

Baca Juga : KPK Naikkan Status Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 KBB ke Penyidikan

Di samping itu, sambung dia. Para ahli waris harus menunjukan surat keterangan dari masyarakat sekitar pemakaman baru, apabila akan dipindahkan ke pemakaman keluarga. Hal ini, guna memastikan jenazah langsung dimakamkan kembali setelah diongkar dari TPU Cikadut.

“Harus ada surat pernyataan dari warga sekitar pemakaman baru bahwa mereka menerima. Tapi kalau di TPU bisa dari kepala TPU. Ini buat memastikan agar tidak ada persoalan yang dikhawatirkan adalah terjadi penolakan, walaupun sampai saat ini belum ada penolakan dari makam tujuan,” ujar dia. 

Bambang mengingatkan, proses pembongkaran dan pemakaman kembali tetap harus dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Dia juga menyarankan, sebaiknya pemindahan dilakukan apabila makam sudah berjangka sekitar dua tahun

Baca Juga : 1.017 CPNS DAN PPPK Kota Bandung Formasi 2019 Ikuti Mayor Lecture

“Saran saya ke masyarakat untuk para ahli waris sebaiknya sebelum dua tahun, jangan dilakukan pemindahan, meskipun memang itu adalah hak ahli waris. Pertimbangannya untuk jaminan kesehatan,” jelasnya. 

Sedangkan, perihal administrasi dari ahli waris dia mengatakan pihaknya hanya menetapkan biaya retribusi pembongkaran sebesar Rp75 ribu saja. Untuk kebutuhuan lain di luar itu merupakan tanggung jawab ahli waris.

“Semua itu menjadi tanggung jawab keluarga, kalau pembongkaran difasilitasi Distaru dan dikenai retribusi Rp75 ribu per makam. Biaya kafan, pemulasaraan kembali itu kewajiban para ahli waris,” ucap dia. 

Sementara itum Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyatakan proses pemulasaraan jenazah dengan standar protokol kesehatan merupakan panduan khusus selama pandemi Covid-19. Hal ini mengingat sebagai langkah utuk menekan penyebaran virus.

“Ini yang perlu dipahami oleh masyarakat dalam pedoman apabila seseorang suspek atau secara klinis diduga ada gambaran Covid, walaupun swabnya belum keluar harus diperlakukan sebagai pasien covid. Karena itu adalah perlindungan maksimal baik kepada masyarakat atau kepada yang memulasara jenazah,” kata Ahyani.

Menurutnya, apabila ternyata diketahui hasilnya belakangan dinyatakan negatif Covid-19 maka pihak ahli waris bisa mengajukan pemindahan dengan berkoordinasi kepada Distaru. 

“Memang begitu prosedurnya. Kalau pas keluar menjadi negatif bukan karena kesalahan atau karena apa silakan. Selanjutnya akan seperti apa keluarga dapat mengajukan permohonan pada Distaru," ucapnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : donramdhani