Kasus Covid-19 di Kota Bandung Kembali Meningkat, Kecamatan Antapani Paling Tinggi

Pusat informasi Covid-19 Kota Bandung per 25 Juli 2022, mencatat Ada 951 kasus aktif setelah pada 5 Juni hanya terdapat 73 kasus aktif.

Kasus Covid-19 di Kota Bandung Kembali Meningkat, Kecamatan Antapani Paling Tinggi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara
 
INILAHKORAN, Bandung - Pusat informasi Covid-19 Kota Bandung per 25 Juli 2022, mencatat Ada 951 kasus aktif setelah pada 5 Juni hanya terdapat 73 kasus aktif. Tertinggi Ada di Kecamatan Antapani 85 kasus. 
 
Namun demikian, kasus aktif Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Bandung. Kenaikan kasus juga dialami tingkat regional, nasional bahkan dunia. Salah satu penyebab adanya varian BA.4 dan BA.5.
 
"Beberapa hal penyebabnya seperti aktivitas masyarakat yang sudah bebas. Lalu disiplin protokol kesehatan yang kita lihat mulai banyak yang lengah," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara, Senin 25 Juli 2022.
 
 
Menurut Ahyani Raksanagara, Dinkes Kota Bandung telah mendapat peringatan dari Kementerian Kesehatan terkait kemungkinan adanya lonjakan kasus. Peningkatan kasus diprediksi terjadi minggu ke-3 dan 4 Juli.
 
"Sekarang kita bisa lihat, kita pernah di angka di bawah 100 kasus aktif. Sekarang kita sudah di 900 sekian. Temuan kasus harian kita masih dinamis, bisa sampai 100, dan hampir lebih 50 persennya karena skrining yang dilakukan," ucapnya. 
 
Namun demikian, Ahyani menyebut angka positivity rate di Kota Bandung masih di bawah angka anjuran normal dari WHO. Saat ini, untuk positivity rate di Kota Bandung sendiri sempat naik turun, berkisar di angka 4,6-4,8 persen. 
 
 
"Untuk jumlah testing kita masih terus genjot. Hasil evaluasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga target testing kita mencapai 300 persen. Kalau testing nya kecil kita jadi ragu ," ujar dia. 
 
Sementara untuk keterisian tempat tidur (BOR), dituturkan Ahyani masih berada di angka 10-11 persen. Pihaknya menilai bahwa kenaikan kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung masih dalam batas wajar. 
 
"Kebanyakan kasus tanpa gejala atau gejala ringan, yang dirawat di RS BOR itu 10-11 persen dari kapasitas. Bagi pasien Covid-19 komorbid, pasien terpaksa dirawat, dia punya komorbid atau juga gejala ikutan lain," jelasnya. 
 
 
Pihaknya pun mengimbau pada masyarakat agar tetap mematuhi prokes dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan mengurangi kontak fisik. 
 
"Jadi saya kira, kita harus ekstra waspada semuanya, jangan lengah, jangan lalai, terus diinfokan bahwa pandemi masih berlangsung. Jadi tolong prokes, paling tidak menggunakan masker dalam aktivitas dan  vaksinasi booster," tandas dia. *** (Yogo Triastopo) 
 
 


Editor : inilahkoran