Kebun Raya Mendadak Tutup

Wisatawan kecewa. Tanpa pemberitahuan, Kebun Raya Bogor (KRB) tiba-tiba tertutup untuk pengunjung.Pulang dari Bogor, Erica kecewa. "Masa jauh-jauh ke Bogor hanya bisa 30 menit menikmati Kebun Raya," k

Kebun Raya Mendadak Tutup
INILAH, Bogor – Wisatawan kecewa. Tanpa pemberitahuan, Kebun Raya Bogor (KRB) tiba-tiba tertutup untuk pengunjung.
Pulang dari Bogor, Erica kecewa. "Masa jauh-jauh ke Bogor hanya bisa 30 menit menikmati Kebun Raya," katanya dongkol.
 
Menggunakan kereta dari Tangerang menuju Bogor, dia menghabiskan waktu hampir empat jam di jalan. Tapi, begitu sampai ke destinasi wisata tujuannya, dia tak punya waktu menikmatinya. Tepat pukul 15.00 WIB pada Minggu (16/12/2018) itu, otoritas Kebun Raya Bogor meminta pengunjung meninggalkan lokasi itu.
 
Senin (17/12/2018), KRB pun dinyatakan resmi tertutup untuk sementara waktu bagi masyarakat umum. KRB membenarkan penutupan sudah berlangsung pada pukul 15.00 WIB di hari Minggu. "Pengumuman resminya baru hari ini," sebut Humas KRB, Ayi Doni Darussalam.
 
Pantauan di lapangan pada siang hari pintu gerbang KRB ditutup petugas dan tidak tampak ada petugas yang berjaga seperti biasanya. Selain itu di depan pintu gerbang terdapat papan informasi bertuliskan pengumuman penutupan KRB. Beberapa pengunjung yang menggunakan kendaraan terlihat kecewa saat membaca pengumuman tersebut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya KRB akan ditutup.
 
Doni belum bisa memastikan sampai kapan penutupan itu berlangsung. "Penutupan kami lakukan mengingat kondisi cuaca yang mengkhawatirkan. Ini antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan karena sebelumnya pernah ada pohon tumbang yang menimpa pengunjung," ungkap Doni. 
 
Doni melanjutkan, dampak angin kencang juga sudah ada satu pohon tumbang dan ranting pohon berserakan. Pihak KRB juga sudah melakukan antisipasi rutin dengan melakukan pemangkasan pohon. Tetapi, pemangkasan tidak bisa dilakukan sembarangan karena banyak koleksi pohon langka yang harus dipertahankan. 
 
"Pohon kami usianya sudah cukup tua. Ada yang 50 tahun, bahkan 100 tahun. Sudah ada tim kami yang mengantisipasi, juga ada tim kesehatan pohon. Kami juga punya alat untuk melihat kondisi pohon itu sendiri. Ada tim peneliti juga yang mengamati," jelasnya.
 
Doni menegaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi angin kencang. Namun jika cuaca sudah membaik, KRB bisa dibuka kembali.
 
"Kalau yang datang sekarang kami arahkan ke Museum Zoologi. Kalau yang sudah booking jauh-jauh hari kami persilakan masuk, tetapi tetap di lokasi tertentu dengan pengawasan petugas," terangnya.
 
Lita (30), warga Depok mengaku kecewa karena KRB tutup. Dirinya sudah datang bersama keluarga, namun di pintu gerbang ada pengumuman KRB ditutup sementara.
 
"Saya kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Katanya untuk keselamatan pengunjung," ujarnya. 
 
Pengunjung lainnya, Adi Kristian (30) yang jauh datang dari Kota Bandung, juga kecewa tidak dapat memasuki KRB. Adi dan keluarganya sengaja datang ke Kota Bogor untuk mengunjungi KRB. Sebagai gantinya, dia mengajak keluarganya mengunjungi Museum Zoologi. 
 
"Seharusnya pihak KRB bisa mengumumkan via media sosial atau di media massa sehingga pengunjung tidak kecewa. Kasihan yang datang jauh-jauh, karena ini musim liburan pas liat tutup," pangkasnya.


Editor : inilahkoran