Kesadaran Kesehatan Masyarakat Meningkat, Pelaku Usaha Suplemen Dituntut Lebih Inovatif

Pandemi Covid-19 relatif memengaruhi perilaku masyarakat untuk lebih memerhatikan kesehatannya. Berdasarkan survei, 68% masyarakat Indonesia mengakui kini mereka lebih memerhatikan kesehatan pribadi dan kesehatan orang-orang terdekatnya.

Kesadaran Kesehatan Masyarakat Meningkat, Pelaku Usaha Suplemen Dituntut Lebih Inovatif
Pada webinar Update on Functional Ingredients for Health & Wellness, beberapa waktu lalu, terungkap bahwa kini tak hanya kesehatan fisik saja yang menjadi perhatian publik. Masyarakat juga menganggap kesehatan mental juga penting dengan 59% konsumen Indonesia mengakui lebih fokus terhadap kesehatan mental selama masa Covid-19. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pandemi Covid-19 relatif memengaruhi perilaku masyarakat untuk lebih memerhatikan kesehatannya. Berdasarkan survei, 68% masyarakat Indonesia mengakui kini mereka lebih memerhatikan kesehatan pribadi dan kesehatan orang-orang terdekatnya.

Pada webinar Update on Functional Ingredients for Health & Wellness, beberapa waktu lalu, terungkap bahwa kini tak hanya kesehatan fisik saja yang menjadi perhatian publik. Masyarakat juga menganggap kesehatan mental juga penting dengan 59% konsumen Indonesia mengakui lebih fokus terhadap kesehatan mental selama masa Covid-19. 

Untuk mengelola kesehatan mental tersebut, 40% konsumen Indonesia mengatakan mereka mengonsumsi suplemen yang berkaitan dengan kesehatan mental yang berdampak pada tingkat stress dan juga kualitas tidur mereka. 

Baca Juga : Pameran TCOI 2022, Penyedia Solusi Interior Taco Perkaya Kolaborasi dengan Desainer Interior Ternama

Berdasarkan survei di atas, permintaan atas suplemen kesehatan, baik fisik maupun mental meningkat di beberapa tahun terakhir. Adapun para pelaku usaha farmasi dan produsen panganan sehat dituntut untuk lebih inovatif dalam pemilihan bahan-bahan yang dilatarbelakangi oleh pengembangan sains.

Dalam webinar yang diadakan Foodreview Indonesia dan didukung Kerry tersebut menghadirkan pembicara dari BPOM, Departemen Gizi Masyarakat, serta perwakilan dari Kerry. 

Pada acara ini para pembicara memberikan informasi terkini, pengetahuan terkait keamanan pangan, serta aturan atas panganan fungsional yang berlaku kepada para pelaku usaha yang bergerak di kesehatan dan kebugaran.  

Baca Juga : Jaga Kelestarian Laut, Blackmores Indonesia Gulirkan Program Tukar Botol

“Kami mengajak pelanggan kami untuk masuk ke pasar kesehatan dengan produk yang didukung oleh bahan-bahan yang kredibel dan ditunjang oleh pengembangan sains yang inovatif. Kerry menghadirkan ProActive Health dimana setiap merek dari ProActive Health tersebut menawarkan pengelolaan kesehatan dengan nutrisi positif yang divalidasi melalui penelitian klinis. Semua merek dibawah ProActive Health dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk mengembangkan inovasi dibidang suplemen,” kata Strategic Marketing Director Applied Health & Nutrition dari Kerry APMEA Jackie Ng.

Halaman :


Editor : donramdhani