Komisioner KPU Jabar Titik Nurhayati Resmi Ditahan dan Dijebloskan ke Lapas Perempuan Bandung

Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati resmi ditahan setelah hakim memerintahkan penahanan dan ditiipkan ke Lapas Perempuan Bandung

Komisioner KPU Jabar Titik Nurhayati Resmi Ditahan dan Dijebloskan ke Lapas Perempuan Bandung
Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati resmi ditahan dan dijebloskan ke Lapas Perempuan Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Komisioner KPU Jabar Titik Nurhayati dijebloskan ke Perempuan Bandung

Titik Nurhayati masuk ke Lapas Perempuan Bandung dugaan kasus korupsi penggunaan dana hibah kegiatan kampanye tahun 2015. Eksekusi dilakukan usai penetapan yang dilakukan majelis hakim.

Awalnya, Titik Nurhayati tak ditahan lantaran masih aktif sebagai komisioner KPU Jabar. Namun, hakim dalam persidangan meminta agar Titik Nurhayati dijebloskan ke bui.

Baca Juga : Hengky Kurniawan vs KONI KBB, Begini Tanggapan Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB 

"Jadi awalnya memang terdakwa tidak ditahan. Namun hakim langsung mengeluarkan penetapan untuk penahanan," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Sutan Harahap, Selasa 9 Agustus 2022.

Titik sendiri ditahan sejak kemarin. Ia  dititipkan jaksa di rutan wanita Bandung yang berada di kawasan Lapas Sukamiskin.

"Terhadap penetapan itu, dilakukan eksekusi terhadap terdakwa," tutur dia.

Baca Juga : Harga Ayam Potong Turun, Konsumen Diuntungkan

Titik diketahui saat ini tengah  mengajukan penangguhan. Namun, kata Sutan, upaya penangguhan masih dipertimbangkan sehingga Titik dieksekusi ke bui lebih dulu.

Sekedar diketahui, Titik yang juga mantan Ketua KPUD Depok ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggunaan dana hibah kegiatan fasilitas kampanye dan audit dana kampanye tahun 2015.

Titik mendapat dana hibah dari Pemkot Depok berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok per tanggal 23 Maret dan 30 Oktober 2015. Ia disebut melakukan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Ketua KPUD Kota Depok.

Baca Juga : Buntut Penyegelan SDN Bunisari, Disdik KBB Bakal Mediasi dengan Ahli Waris

Data yang diterima dari Kejari Depok, di tahun 2015, KPUD Depok mendapatkan total dana hibah sejumlah Rp 44.965.962.000 dari Pemkot Depok.

Adapun Titik menggunakan dana hibah atas kegiatan fasilitas kampanye dan audit dana kampanye tahun 2015 berupa pekerjaan debat terbuka pasangan calon dan iklan media massa cetak dan media massa elektronik tahun anggaran (TA) 2015.

Apa yang dilakukan Titik,  mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 817.309.091,- (delapan ratus tujuh belas juta tiga ratus sembilan ribu sembilan puluh satu rupiah).

Baca Juga : Tahun Baru 1444 H, PKS Kota Cimahi Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu

Titik dikatakan mengubah metode lelang menjadi penunjukan langsung. Ia juga melakukan penyusunan nilai HPS dengan menyalin dari angka-angka yang sudah ada di Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) revisi 1 tanpa melakukan survey dan komunikasi secara langsung kepada pihak terkait, seperti kepada pihak televisi, radio, dan media cetak, untuk mencari harga pasar mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara. (Cesar Yudistira)


Editor : asayuti