Lapas Narkotika Jelekong Musnahkan Ponsel Warga Binaan

Puluhan ponsel yang diselundupkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong dimusnahkan. Di agenda tersebut, para warga binaan mengucapkan ikrar Zero Handphone, Pungli, dan

Lapas Narkotika Jelekong Musnahkan Ponsel Warga Binaan
INILAH,Bandung - Puluhan ponsel yang diselundupkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong dimusnahkan. Di agenda tersebut, para warga binaan mengucapkan ikrar Zero Handphone, Pungli, dan Narkotika (Halinar). 
 
Kepala Bidang Bimpas Infokom Kemenkumham Kanwil Jabar Radi Setiawan mengatakan, berbagai modus dan cara selalu dilakukan warga binaan untuk menyelundupkan berbagai barang yang dilarang tersebut masuk ke dalam Lapas.
 
Menurutnya, ikrar Zero Halinar ini merupakan tindak lanjut dari SE Dirjenpas (Direktur Jenderal Pemasyarakatan) yang menyebutkan agar semua Lapas di Indonesia melaksanakannya. Ini dilakukan untuk menepis anggapan masyarakat Lapas merupakan sarang narkoba. 
 
"Ikrar yang dilakukan para warga binaan di Lapas Jelekong ini pertama kali di Jabar. Di Indonesia, ya baru di sini. Tujuannya, ini untuk mengimbangi ikrar serupa sudah diucapkan para petugas di semua Lapas di Indonesia. Warga binaan secara sukarela menbacakan ikrar dihadapan pak Kapolsek, Danramil dan lainnya," kata Radi usai apel ikrar Zero Halinar di Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat (1/3/2019).
 
Dia menyebutkan, hampir 90% penyalahgunaan ponsel di dalam Lapas digunakan untuk tindak kejahatan. Mulai dari pengendalian peredaran narkoba, penipuan, hingga pemerasan. Penyelundupan ponsel itu dilakukan dengan berbagai cara. Seperti diselundupkan melalui makanan yang dikirim pengunjung saat besuk. Atau, ada juga yang dilempar dari luar benteng. 
 
"Kami tidak pungkiri di masa lalu yang melakukan dan melibatkan diri. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi. Nah ikrar Zero Halinar ini juga merupakan parameter buat kami, apakah setelah ikrar masih banyak atau tidak. Kalau ada petugas yang terlibat tentu akan kami sanksi dengan tegas," ujarnya. 
 
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Gun Gun Gunawan menambahkan sebelum digelar deklarasi pihaknya melakukan pendekatan kepada para warga binaan. Dengan pendekatan dari hati ke hati, mereka mendukung program ini dan sukarela menyerahkan ponsel miliknya pada petugas.
 
"Melalui pendekatan persuasif, Alhamdulilah mereka mau berikrar dan menyerahkan ponselnya. Dan mudah-mudahan mereka bisa menjaga dan mengajak teman temannya yang masih melanggar," kata Gun Gun.
 
Dia menuturkan, oknum akan terus berupaya mencari keuntungan walaupun di dalam penjara dan pihaknya pun tidak akan lelah membina warga binaan. Berbagai cara selalu dilakukan warga binaan dibantu orang luar untuk menyelundupkan berbagai barang terlarang seperti ponsel dan narkoba ke dalam Lapas. 
 
Gun Gun menegaskan, batas waktu yag ditentukan untuk Zero Halina itu pada 1 Maret. Jika hingga batas waktu itu masih ada warga binaan yang melanggar, maka tindakan dan sanksi tegas akan dijatuhkan pada warga binaan. Warga binaan dipindahkan ke ruang tahanan dengan pengamanan maksimum di ruang isolasi.
 
"Saya sudah unlimatum, per 1 Maret siapa yang membawa ponsel dan narkotika kita tidak akan segan, ada lapas maksimum kita pindahkan kesana. Kemarin saya pindahkan 15 orang," tegasnya.


Editor : inilahkoran