Ma'aruf Amin Bantah PB NU Intimidasi Jokowi Soal Cawapres

INILAH, Bogor -Cawapres KH Ma'aruf Amin membantah pernyataan Mahfud MD yang menuding PB NU dan PKB mengintimidasi Joko Widodo soal penentuan cawapres, beberapa waktu lalu.

Ma'aruf Amin Bantah PB NU Intimidasi Jokowi Soal Cawapres
Ma'aruf Amin membantah pernyataan Mahfud MD soal intimidasi terhadap Jokowi
INILAH, Bogor -Cawapres KH Ma'aruf Amin membantah pernyataan Mahfud MD yang menuding PB NU dan PKB mengintimidasi Joko Widodo soal penentuan cawapres, beberapa waktu lalu.
 
"Pengurus Besar (PB) NU tidak pernah mengancam atau mengintimidasi Jokowi untuk memilih kader NU sebagai Cawapres dan kami hanya menawarkan kader NU untuk diposisi tersebut," tutur KH Ma'ruf Amin usai menghadiri acara Sambung Hati pengurus dan kader NU di Pesantren Yasina, Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor.
 
Mantan Ketua Umum PB NU ini menerangkan ada 10 bakal Cawapres yang diusulkan kader NU untuk menjadi RI 2. Diantaranya nama-nama tersebut adalah KH Ma'ruf Amin, Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, KH Said Aqil Siradj dan Romi Romahurmuzy.
 
"Ada 10 nama kader NU yang kami tawarkan untuk menjadi Cawapres dan kami siap all out atau habis-habisan memenangkan Jokowi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang. Kadernya boleh dipilih tetapi Jokowi malah memilih Presidennya NU yaitu saya, mungkin Jokowi melihat jabatan Presiden NU itu hingga saya yang dipilih," terangnya.
 
KH Ma'ruf menjelaskan dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PB NU karena dipilih ulama.
 
"Ada yang bilang pilih Presiden-Wakil Presiden yang didukung ulama, kan saya ulama dan jadi Ketua Umum PB NU karena didukung dan ditetapkan oleh para ulama. Jumlah ulama yang dukung Jokowi-Ma'ruf Amin saya rasa lebih banyak ketimbang yang memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno," jelasnya.
 
Pria asli Banten ini melanjutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meminta dukungan ulama kampung hingga ulama struktural yang memiliki atau memimpin pondok pesantren.
 
"Pilih pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden yang ada ulamanya, masa sebagai ulama tidak memilih sesama ulama dan masa santri tidak memilih ulama, kalau ulama dan santri ga milih ulama gimana dong itu?," lanjut KH Ma'ruf. 


Editor : inilahkoran