Mantap, Jabar Sepakati Banyak Kebijakan dari Kongres Antar Kepala Daerah Se-Asia Timur

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil merasa bersyukur lantaran perhelatan The 11th East Asia Local and Regional Government Congress berjalan lancar dan membuahkan banyak kebijakan kerjasama.

Mantap, Jabar Sepakati Banyak Kebijakan dari Kongres Antar Kepala Daerah Se-Asia Timur
Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil merasa bersyukur lantaran perhelatan The 11th East Asia Local and Regional Government Congress berjalan lancar dan membuahkan banyak kebijakan kerjasama./Syamsuddin Nasoetion

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil merasa bersyukur lantaran perhelatan The 11th East Asia Local and Regional Government Congress berjalan lancar dan membuahkan banyak kebijakan kerjasama.

Emil -sapaan Ridwan Kamil mengatakan, sejumlah kesepakatan kebijakan telah terjalin diantaranya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), mitigasi bencana dan pariwisata. Dari kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat.

"Kami ingin menyampaikan bahwa acara East Asia Congress ini berjalan lancar dan berhasil dan ini merupakan acara yang ke 11, dimana dimulai di Nara yang menginisiasi adanya kerjasama regional dan lokal government. Organisasi ini sangat powerfull dalam menyamakan langkah kerjasama kedepan di level Asia," ujarnya dalam konferensi pers di Trans Luxury Hotel, Kamis (24/11/2022) malam.

Baca Juga : 1.500 Siswa di Jabar Ikuti Peresmian Tugu Sekolah Model Pelajar Pancasila Jabar Masagi

"Tadi Jawa Barat juga sudah menandatangani kesepakatan dengan Shizouka mengenai kerjasama SDM dan kebencanaan, karena Shizouka salah satu provinsi yang tangguh akan bencana. Kami ingin belajar. Kemudian industri, yang mungkin adanya kerjasama jual beli antar daerah sesama Asia Timur. Selanjutnya membuka gerbang pariwisata, karena kami sepakat bahwa ini cara paling cepat membangkitkan ekonomi lokal. Saling promosi antar anggota kongres. Lalu mengenai green energy juga. Selain itu, kami juga sedang berbicara dengan Gubernur Nara dan Vietnam, akan rencana kami dalam menampilkan ekonomi pariwisata. Intinya transfer knowledge, membuka peluang," imbuhnya.

Menurut Emil, seiring dengan terjadinya bencana yang dialami Kabupaten Cianjur. Merespon kerjasama bersama Perfektur Shizouka, pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk mengirim SDM untuk belajar dalam mitigasi bencana yang akan diaplikasikan di Cianjur, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Tadi Pak Presiden menyampaikan, untuk meminta masyarakat untuk meninggalkan area rawan. Ketika lokasi sudah terpilih, nanti presiden akan instruksikan kepada Menteri PUPR untuk membangun rumah. Tentunya rumah tahan gempa di lokasi baru, berikut penguatan rumah yang sudah eksisting. Kami akan mengirim staf Pemprov ke Shizouka untuk belajar atas pengalaman mereka yang mengalami gempa lebih dari 50 tahun," ucapnya. 

Baca Juga : FOTO: Seminar Jabar Juara Menuju Bebas PMK

Lebih lanjut dia menyampaikan, perhelatan ini akan kembali digulirkan tahun depan dan dilaksanakan di Tiongkok. Dimana harapannya akan terus menciptakan kesepahaman akan tantangan global melalui komunikasi, sebagai langkah preventif mencegah keterpurukan.

"Tahun depan telah disepakati di Tiongkok. Tadi sudah ditandatangani kerjasama secara virtual. Kita menyepakati beberapa hal, salah satunya memahami ada tantangan besar yang harus dikomunikasikan dengan baik. Saya istilahkan disrupsi perang, digital, pandemi, pemanasan global yang harus direspon karena banyak negara mengalami krisis. Permasalahan ekonomi, bahkan ada yang bangkrut seperti Sri Lanka. Kita menyadari tidak bisa sendiri harus bekerja bersama-sama," kata Kang Emil.

"Tadi juga kami menyuarakan yang terjadi di Jawa Barat. Mungkin satu dua inspirasi bisa jadi inspirasi dunia. Ekonomi digital di desa. Bisa jadi inspirasi di dunia. Di sisi lain Shizouka punya ilmu bagaimana menghadapi kebencanaan, Jabar juga ingin belajar. Bukan Jabar seperti apa. Kami punya kelemahan tolong dibantu, kami punya kekuatan silakan dicontoh. Ini berlaku untuk semua. Saling belajar. Percayalah kongres ini akan menghasilkan kebijakan teknis yang terasa di masyarakat," tambahnya.

Baca Juga : Biaya Pengobatan Korban Gempa Cianjur Ditanggung Pemprov Jabar

Selain itu, Kang Emil turut menyukuri karena peserta kongres melakukan penggalangan dana dalam membantu korban bencana gempa di Cianjur, dimana tentunya sangat membantu karena masyarakat disana sangat membutuhkan sokongan makanan dan peralatan.

"Para anggota kongres juga menyampaikan dukacita dan memberikan bantuan keuangan. Totalnya Rp1,5 miliar terkumpul untuk warga Cianjur. Malam ini kami akan belanjakan untuk dibawa kesana besok," jelasnya.

Sementara Gubernur Perfektur Nara Shogo Arai menilai, kesuksesan perhelatan kali ini tidak lepas dari izin Tuhan. Terlebih menurutnya kongres ini penuh manfaat dalam menciptakan masa depan dunia yang lebih baik. Apalagi Kota Bandung diakuinya memiliki histori dalam menyatukan negara dalam Konferensi Asia Afrika pada 1955 silam.

Baca Juga : Sanitasi dan Disinfektan Kunci Penanganan PMK di Jawa Barat

"Kesuksesan kongres ini berkat karunia Tuhan. Kongres di Bandung ini sangat bermanfaat. Bagi saya, yang paling besar dari kongres 1955 tentang kebersamaan, mencipatkan harmonisasi dengan tetangga yang saya rasakan juga dalam kongres kali ini. Saya percaya bergerak sendiri, mandiri, saling bantu penting diciptakan untuk masa depan dunia lebih baik. Bahwa pertumbuhan ekonomi masing-masing negara kongres penting didiskusikan bersama, pertumbuhan ekonomi dunia berpengaruh dengan kongres kali ini," tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana