Masa Depan Pangkalan Militer AS di Turki Suram

Hubungan AS dan Turki selama puluhan tahun kini berada dalam titik terendah. Masa depan pangkalan udara AS yang penting di Turki semakin sering disorot.

Masa Depan Pangkalan Militer AS di Turki Suram
foto:voa

INILAH, Istanbul--Hubungan AS dan Turki selama puluhan tahun kini berada dalam titik terendah. Masa depan pangkalan udara AS yang penting di Turki semakin sering disorot.

Pangkalan Udara AS yang sangat besar di Incirlik, Turki selatan, yang letaknya dekat dengan Suriah, selama ini menjadi simbol kerja sama AS-Turki. Pada puncak Perang Dingin, pangkalan itu menekankan komitmen AS pada NATO, mitranya dalam melawan Uni Soviet.

"Kami harus menggarisbawahi, dengan ditempatkannya senjata nuklir taktis di sana, Incirlik merupakan salah satu pangkalan paling penting di Timur Tengah," ujar profesor Mesut Casin, penasihat kebijakan luar negeri presiden Turki, seperti dilaporkan VOA, Rabu (27/11/2019). "Ini menunjukkan Turki terus mendukung pentingnya organisasi NATO."

Secara luas dilaporkan bahwa AS menyimpan sekitar 50 bom nuklir di fasilitas itu. Dalam Perang Dingin, senjata-senjata itu diandalkan untuk mencegah pasukan darat Soviet yang sangat besar berkumpul di perbatasan Turki. Kini, karena Turki dan AS berselisih soal banyak hal, termasuk hubungan Turki yang semakin erat dengan Rusia dan dihapusnya Turki dari program jet tempur AS, masa depan Incirlik semakin suram.

Undang-Undang Melawan Agresi Turki, Rancangan Undang-Undang (RUU) bipartisan yang sedang dipertimbangkan di Senat AS, akan mensyaratkan pemerintahan Trump untuk mencari pangkalan alternatif bagi "personel dan aset" yang ditempatkan di Incirlik. RUU itu dibuat sebagai tanggapan atas serangan Turki ke Suriah terhadap milisi Kurdi, yang merupakan sekutu dalam perang AS melawan ISIS.

Dalam cuitan di Twitter bulan lalu, anggota Komisi Angkatan Bersenjata DPR AS, Kendra Horn, menulis, ia "sangat prihatin senjata nuklir strategis masih berada di pangkalan udara di dalam perbatasan Turki." Horn kemudian menghapus cuitan itu.

Angkatan bersenjata AS tampaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk mencari pengganti Incirlik. AS telah mengeluarkan lebih dari 150 juta dolar dalam dua tahun ini untuk memperbaiki Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, dan pangkalan-pangkalan AS dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk dibangun di negara tetangga Turki: Yunani dan Siprus.  (inilah.com)


Editor : JakaPermana