Merespons Gempa Cianjur, Pemprov Jabar Langung Menerjunkan Tim Reaksi Cepat

Merespons bencana gempa Cianjur, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengaku Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim reaksi cepat guna menindaklanjuti dampak di lapangan.

Merespons Gempa Cianjur, Pemprov Jabar Langung Menerjunkan Tim Reaksi Cepat
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, selain Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim reaksi cepat, sejumlah stakeholder terkait juga telah diberangkatkan menanggapi kejadian gempa Cianjur. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Merespons bencana gempa Cianjur, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengaku Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim reaksi cepat guna menindaklanjuti dampak di lapangan.

Menurutnya, selain Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim reaksi cepat, sejumlah stakeholder terkait juga telah diberangkatkan menanggapi kejadian gempa Cianjur. 

Setiawan menyebutkan, termasuk melibatkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar guna mengurai timbunan longsor di jalan raya. Mereka diberangkatkan bersama Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim reaksi cepat. Iimbas dari gempa Cianjur itu mobilitas orang dan pendistribusian bantuan relatif terhambat.

Baca Juga : Hadapi Disrupsi Digital, Elis Nurhayati Gulirkan Ragam Inovasi Digital di SMAN 2 Cibinong

"Pertama, kami mendapat berita terkait dengan adanya gempa Cianjur. Ternyata saya tadi mendapatkan konfirmasi dari BPBD, gempa tersebut adalah adanya pergeseran lempeng, kurang lebihnya demikian dan di wilayah Kabupaten Cianjur. Saat ini segera setelah gempa terjadi tadi, pada siang tadi langsung kami menerjunkan terkait dengan unit reaksi cepat, Pusdalops dari BPBD Provinsi Jawa Barat untuk segera ke lapangan dan tentu saja ke lapangan, kita berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat di Kabupaten Cianjur,” ujarnya di Gedung Sate, Senin 21 November 2022.

“Kemudian kami mengkoordinasikan juga dengan teman-teman di Bina Marga, kami mendapatkan laporan ada jalan yang longsor tertutup dan lain sebagainya, juga ada sekolah-sekolah yang memang sedang pembelajaran mengalami kerusakan dan saya minta juga alat-alat berat diturunkan di sana," sambungnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Sosial Jabar untuk segera mendistribusikan bantuan bagi korban gempa bumi, dalam memenuhi kebutuhan darurat masyarakat pasca bencana.

Baca Juga : Membanggakan, Simulator SMKN 6 Kota Bandung Berhasil Tembus Pasar Vietnam

"Selain itu juga kami koordinasi dengan Dinas Sosial, untuk segera memberikan bantuan. Bantuan sosial yang diperlukan oleh masyarakat di sana. Kurang lebih update-nya seperti itu," ucapnya.

Sementara, mengenai jumlah kerusakan dan korban jiwa akibat gempa itu Setiawan menjelaskan pihaknya tengah melakukan inventarisir. Termasuk bangunan aset pemerintah yang juga turut terdampak akibat bencana.

“Yang sudah masuk ke kami, nanti kami secara resmi akan menyampaikan. Sudah ada laporannya, tapi secara garis besar bahwa longsoran terjadi, ada jalan juga tertutup, bangunan-bangunan dari bangun rumah-rumah masyarakat. Kemudian sekolah tadi sudah ada laporan juga mengalami kerusakan-kerusakan. Juga satu UPTD kami, Dinas Pertanian juga sama. Jadi mereka sedang ada pembelajaran, kemudian melaporkan bahwa ada akibat gempa ini terjadi kerusakan di Dinas Pertanian UPTD tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : Flibianto, Guru SLB di Lingkungan KCD III Jawa Barat Ciptakan Metode Pembelajaran ABK Melalui Game Interaktif

“Kami menunggu hasil assessment. Jadi kami sedang melakukan assessment yang dilakukan teman-teman BPBD, menginventarisir berapa kerusakan, apa saja fasilitas yang rusak lalu dan lain sebagainya. Sehingga kami akan tahu dari hasil assessment tersebut, apa yang harus kami perbuat untuk bantuan, tapi secara fisik bantuan secara sudah lakukan saat ini juga. Jumlah korban kami sedang merekap. Jadi kami masih belum bisa merilis dengan tepat saat ini, mungkin nanti saya akan sampaikan dari hasil dari laporan BNPB,” tandasnya.*** (yuliantono)


Editor : donramdhani