• Minggu, 5 Desember 2021

Menkes Keluarkan Indeks Pembangunan Kesehatan

- Minggu, 21 Juli 2019 | 04:00 WIB
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Net)
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Net)

INILAH, Jakarta - Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 telah resmi dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diluncurkan oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.

Tujuan dikeluarkannya nilai indeks ini untuk melihat perkembangan status kesehatan masyarakat kabupaten/kota di Indonesia.

Peringkat provinsi tertinggi dan terendah di tingkat nasional tidak mengalami perubahan antara tahun 2013 dan tahun 2018. Peringkat paling tinggi masih melekat pada Provinsi Bali.

Menkes Nila mengatakan dari data IPKM 2018 banyak informasi yang dapat dimanfaatkan. Indikator-indikator penyusun IPKM mencerminkan capaian program, sebagai potret capaian pembangunan kesehatan wilayah.

Tiga kali Riskesdas yang memberi gambaran kabupaten/kota telah dilaksanakan di Indonesia, yaitu pada tahun 2007, 2013 dan 2018. Hasilnya sudah dimanfaatkan bersama untuk masukan perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan.

"Untuk mengetahui pencapaian pembangunan kesehatan, perlu adanya satu indikator kunci yang menggambarkan sampai tingkat kabupaten/kota. Untuk keperluan itulah, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) disusun dan dikembangkan," ungkap Menkes Nila, baru - baru ini.

Kepala Badan Litbangkes dr. Siswanto, MHP, DTM mengatakan IPKM 2018 disusun dengan memanfaatkan sumber data Riskesdas 2018, Susenas Maret 2018 terintegrasi Riskesdas 2018, dan pendataan Potensi Desa (Podes) 2018. Secara umum nilai IPKM tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan IPKM tahun 2013.

Kesenjangan nilai IPKM kabupaten/kota masih bervariasi antar provinsi. Meskipun mengalami peningkatan, namun pada sub indeks penyakit tidak menular mengalami penurunan.

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 dihitung dengan menggunakan model IPKM yang dikembangkan tahun 2013. Indeks ini mengikutsertakan 30 indikator kesehatan yang dikelompokkan menjadi tujuh sub-indeks.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Ini Penyebab Erupsi Gunung Semeru Kata Ahli ITB

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:13 WIB

Pelaku Pamer Payudara Di YIA Ditangkap Di Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:46 WIB

Gunung Semeru Meletus, Warga Berlarian Panik

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:00 WIB
X