• Rabu, 20 Oktober 2021

Farhan Imbau WNI di Wuhan Tidak Panik

- Sabtu, 1 Februari 2020 | 13:15 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta- Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan berharap para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berjumlah 243 orang dari Wuhan Provinsi Hubei China dan sekitarnya agar tidak panik.

Pemerintah Indonesia per 1 Februari 2020 memberangkatkan sebuah pesawat sipil berbadan lebar dari Jakarta mengevakuasi WNI di Wuhan. Tujuannya dalam penyelamatan wabah virus corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis virus baru yang satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.i Jakarta mengevakuasi WNI di Wuhan.

“Kami apresiasi ini sebagai bentuk nyata perlindungan WNI di seluruh Dunia. Untuk itu kami himbau agar saudara - saudara kita di Wuhan bisa bekerjasama dan tidak panik sehingga evakuasi bisa berjalan dengan baik,” ujar Farhan dalam siaran pers yang diterima INILAH, Sabtu (1/2/2020).

Proses evakuasi WNI di Wuhan dan sekitarnya diprediksi berlangsung ketat dan hati - hati. Bahkan, WNI yang dievakuasi akan dikarantina terlebih dahulu di Asrama Aji Batam Center. “Kami pun akan terus memonitor pelaksanaan evakuasi ini dari sejak keberangkatan dari Jakarta hingga proses karantina yang diperlukan,” ujarnya.

Lanjut Farhan, sejak terdengarnya permintaan evakuasi WNI di Wuhan yang langsung direspon oleh KBRI Beijing suplai logistik mereka yang terkena lockdown dipastikan aman. Sebelumnya, Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI telah memastikan bahwa saat ini suplai logistik masih tersedia di toko setempat tapi memang harganya meningkat. Demi kecepatan dan efektifitas maka KBRI memberikan bantuan keuangan sejumlah Rp133.280.000 agar bisa diterima oleh mahasiswa dan kemudian bisa dibelanjakan barang-barang di toko setempat.

“Kami ikut prihatin atas kondisi WNI yang terkena lockdown di Wuhan RRT karena outbreak Coronavirus. Kondisi ini adalah salah satu krisis kemanusiaan yang perlu ditangani dengan cepat dan aman. Kami menyambut baik dan mengapresiasi kerja Pemerintah yang langsung merespon dengan langsung menyusun operasi evakuasi WNI di Wuhan dengan sigap,” terangnya.

Sebelumnya, Keputusan untuk melakukan evakuasi tersebut sebelumnya telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo kepada jajaran terkait pada Kamis 30 Januari 2020. “Kemarin sore sudah kita putuskan dalam rapat terbatas bahwa saya sudah perintahkan untuk segera mengevakuasi WNI yang ada di Wuhan dan sekitarnya," kata Jokowi, dikutip keterangan resmi, Jumat (31/1/2020). "Ini dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri bersama seluruh menteri terkait," jelasnya.

Segera setelah instruksi tersebut, Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi berkomunikasi dengan otoritas China terkait hal tersebut. Untuk diketahui, selain Indonesia, sejumlah negara lainnya juga memiliki keinginan yang sama untuk mengevakuasi warganya dari China. "Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan," kata Jokowi

Selain itu, persiapan penerimaan di Tanah Air juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku. "Kemarin WHO juga sudah mengumumkan situasi darurat global yang terkait dengan virus korona. Jadi saya kira keputusan kita kemarin untuk mengevakuasi itu sudah betul," imbuhnya. 

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

Pemerintah Tak Melarang Warga Merayakan Maulid Nabi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X