• Jumat, 22 Oktober 2021

Berlikunya Suksesi DKI-2

- Jumat, 14 Februari 2020 | 12:40 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Setelah tujuh bulan terhitung sejak Sandiaga Uno, sang "DKI-2" ini  keluar dari Balai Kota DKI pada 10 Agustus 2018, sebenarnya titik terang penggantinya mulai terlihat.

Harapan dan penantian dari seluruh proses suksesi wagub DKI Jakarta diperkirakan segera berakhir. Apalagi rentang tujuh bulan masa penantian itu dinilai banyak pihak sudah terlalu lama.

Pada 1 Maret 2019, PKS dan Partai Gerindra DKI Jakarta menyampaikan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) ke Gubernur Anies Baswedan untuk dilanjutkan ke Pimpinan DPRD DKI Jakarta dan ditembuskan ke Mendagri. Kedua nama, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Anies sendiri menyerahkan sepenuhnya proses pergantian itu kepada partai pengusung dan DPRD DKI. Aturannya juga demikian.

Dia hanya berharap prosesnya segera tuntas karena betapa berat mengurus Jakarta seorang diri. Bisa dibayangkan betapa repotnya mengurus Jakarta oleh seorang gubernur tanpa wakilnya.

Soal kerepotan itu, diakui sendiri oleh Anies Baswedan pada 28 Maret 2019. "Tetapi pekerjaan dalam artian pemerintahan tidak repot, tapi kegiatan undangan itu yang repot karena undangan tidak bisa diwakili," kata Anies.

Misalnya, kalau ada rapat di tingkat kementerian, kalau dulu bisa diwakili wagub, tapi sekarang kesulitan. Kalau yang datang bukan wagub, protokol tidak bisa dapat kursi depan.

Kalau yang datang wagub atau gubernur dianggap sama. Karena itu, dia berharap pembahasan wagub di DPRD lebih cepat sehingga pertanyaan di masyarakat terjawab.

Tinggal Harapan

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Pemerintah Tak Melarang Warga Merayakan Maulid Nabi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB
X