• Sabtu, 18 September 2021

Tito Beberkan Alasan PON Papua Juga Diadakan di Jawa Timur

- Rabu, 26 Februari 2020 | 22:40 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (antara)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan alasan mengapa Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di provinsi Papua diisukan akan dihelat berbarengan di provinsi Jawa Timur.

Kata Tito, Panitia Besar (PB) PON XX yaitu Lukas Enembe menyatakan Papua hanya sanggup menyelenggarakan 37 cabang olahraga (cabor) karena lokasi perhelatan (venue) untuk 10 cabor lain tidak siap.

"Contohnya arena untuk (balap) sepeda atau velodrome, itu belum siap sama sekali, menurut saya. Sehingga tidak dapat waktu untuk selesai dikerjakan pada 2020," kata Mendagri dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu.

Tito mengatakan bahwa Gubernur Papua itu sempat mengusulkan agar PON XX diundur saja ke tahun 2021, namun dari pemerintah pusat tetap ingin PON XX dilaksanakan tahun 2020.

"Pemerintah Pusat sangat tegas melaksanakan di tahun 2020. Gubernur Papua siap di tahun 2020 tapi 37 cabor," ungkap Tito.

Dari rencana awal cabor yang dipertandingkan untuk PON XX ada 47 cabor, berarti ada 10 cabor yang belum tentu akan dilaksanakan di pagelaran PON di Papua pada 2020.

Selain Balap Sepeda, yang tidak masuk cabor yang dipertandingkan di Papua ada Ski Air, Bridge, Woodball, Gateball, Golf, Soft Tenis, Tenis Meja, Dansa, dan Petanque.

Tito mengatakan, Papua masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengebut penyelesaian fasilitas untuk akomodasi dan penginapan di sejumlah lokasi perhelatan PON nanti. Seperti contohnya di Merauke, Timika, Jayapura, dan Kabupaten Jayapura.

Menurut Tito, tempat-tempat penginapan pada lokasi perhelatan PON XX di Papua itu merupakan Pekerjaan Rumah Papua bersama dengan pemerintah.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X