• Minggu, 17 Oktober 2021

MPR Minta Kemenag Timbang Relaksasi Tempat Ibadah Zona Hijau

- Minggu, 17 Mei 2020 | 22:20 WIB

INILAH, Jakarta,- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta Kementerian Agama mempertimbangkan perlakuan relaksasi pembatasan tempat ibadah zona hijau dengan menaati aturan COVID-19.

Menurut Hidayat, yang juga anggota Komisi VIII DPR RI itu, relaksasi perlu dilakukan untuk menghadirkan keadilan dan ketentraman umat sekaligus menghilangkan stigma seolah-olah COVID-19 adalah konspirasi, khususnya kepada umat Islam.

“Jangan sampai umat menyaksikan kebijakan relaksasi di berbagai kegiatan dan tempat, tapi umat tetap dilarang beribadah ke Masjid, karena hal ini akan menimbulkan kegusaran dan rasa ketidakadilan," kata Hidayat dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Hidayat, membiarkan hal itu justru akan meresahkan dan menimbulkan stres yang bisa menggerus imunitas, sehingga justru membuat umat rentan terkena COVID-19.

Sebagaimana kesepakatan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR, relaksasi pembatasan tempat ibadah di zona hijau, juga berlaku bagi rumah ibadah agama lainnya, sehingga ada keadilan dan ketenangan antarsesama umat beragama.

Ia menyampaikan kritik terhadap sikap Kementerian Agama yang ambigu dalam melaksanakan keputusan rapat kerja Kemenag dengan Komisi VIII DPR soal relaksasi Masjid dan tempat Ibadah.

Hidayat mengingatkan, dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII pada Senin (11/5), Kemenag menyepakati untuk mempertimbangkan kebijakan relaksasi pembatasan ibadah di tempat ibadah, khususnya di daerah yang tidak termasuk zona merah.

Sementara daerah yang berada di zona merah, disepakati juga untuk tetap ketat dan sepenuhnya mengikuti aturan penanganan COVID-19.

“Pada saat raker dengan Kemenag saya memang menyampaikan aspirasi dari banyak pihak, agar umat tak resah dan bisa khusyuk ibadah, penting ada keadilan untuk umat. Kalau Pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan relaksasi terkait PSBB, bahkan ketentuan transportasi dan mudik, bahkan di bandara Soekarno-Hatta sampai berdesakan dengan tak lagi mengindahkan protokol penanganan COVID-19, sewajarnyalah bila Umat Islam yang tidak berada di zona merah, diberikan relaksasi agar dapat salat di Masjid, menghidupkan syiar di Masjid dengan mengumandangkan Adzan, tadarrus, termasuk sholat Idul Fitri. Khususnya untuk umat yang berada di kawasan zona hijau, sekalipun tetap melaksanakan ketentuan dasar penanganan COVID-19”, kata Hidayat.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Terkini

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X