• Senin, 20 September 2021

Vaksinasi Mulai Dilakukan, Netty Aher: Bukan Berarti Boleh  Lepas Kendali dan Tidak Jalankan Prokes

- Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:04 WIB

INILAH, Jakarta,  -  Menyikapi telah dilakukannya vaksinasi terhadap Presiden, sejumlah pejabat dan tokoh publik, Netty Prasetiyani Aher,  Anggota Komisi IX DPR RI mengingatkan bahwa  vaksin bukan  senjata pamungkas untuk   menurunkan angka positif COVID-19.

 

"Saya perlu mengingatkan pada pemerintah dan  masyarakat bahwa vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk menurunkan angka kasus COVID-19," ungkap Netty dalam rilis medianya, Jumat (15/01/2020).

 

Menurut Netty, "Program vaksinasi baru dilakukan secara amat terbatas pada segelintir orang. Vaksin jadi siap pakai  pun baru tersedia  3 juta dosis Coronavax produksi Sinovac yang mendapat EUA dari BPOM tanggal 12 Januari. Jadi, siapa pun yang telah divaksin, apalagi tokoh publik, harus menahan diri. Jangan sampai jadi salah kaprah, seolah setelah divaksin boleh bebas, lepas kendali dan tidak melaksanakan prokes."

 

Oleh karena itu, kata Netty, pemerintah harus memberikan edukasi pada masyarakat agar memahami situasi ini dan tetap disiplin prokes. "Pelibatan tokoh publik dan influencer dalam vaksinasi tahap awal adalah untuk mendukung penanganan pandemi, bukan malah membuat ambyar," kata Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR  RI ini.

 

Ia pun meminta pemerintah agar terus meningkatkan upaya promotif dan preventif kesehatan melalui penguatan prokes, disiplin 3T dan 3M. "Sarpras kesehatan dan kesiapan faskes tingkat pertama harus ditingkatkan dalam penanganan penyakit katastropik sehingga dapat meminimalisir rujukan pasien ke RS yang sudah kewalahan menangani pasien Covid-19," katanya.

Halaman:

Editor: tantan

Terkini

X