• Senin, 20 September 2021

Pro-Kontra Vaksin Covid-19 Gegara Terlalu Banyak Baca Medsos

- Minggu, 17 Januari 2021 | 13:45 WIB
Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Juru Bicara Satgas COVID-19 Sumatera Barat Jasman Rizal berpendapat terjadinya pro dan kontra seputar vaksin COVID-19 akibat selama ini masyarakat terlalu banyak membaca media sosial.

"Sebenarnya vaksin atau imunisasi itu hal biasa dan sudah ada sejak lama, namun karena penerimaan masyarakat terhadap berita dan menyaring informasi tidak sama akhirnya terjadi gonjang ganjing," kata dia di Padang, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya jangankan masyarakat biasa, pejabat dan orang pintar pun banyak yang bertanya soal vaksin ini.

Ia menilai pro dan kontra soal vaksin tak terlepas dari persoalan global dan beragamnya sumber informasi sehingga terjadi bias.

"Saya melihatnya siapa penyampai informasi dan siapa penerimanya," katanya yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Sumbar.

Oleh sebab itu untuk meyakinkan publik maka yang pertama kali divaksin adalah kepala daerah dan jajaran memastikan bahwa vaksin ini aman.

Jasman merasa selama ini sosialisasi yang dilakukan soal vaksin sudah cukup namun tetap terjadinya disinformasi soal vaksin .

"Ada yang mengatakan setelah vaksin akan lumpuh bahkan ada yang bilang berbulu badannya atau alat vital membesar, di sini diminta kecerdasan masyarakat memilah informasi yang ada," ujarnya.

Terkait terjadinya disinformasi ia tidak menyalahkan masyarakat karena latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda, namun ia mengajak semua pihak mengedepankan logika dan rasionalitas dalam menyikapi vaksin.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

X