• Jumat, 17 September 2021

KPK Antar Saksi Ambil Dokumen Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos

- Selasa, 19 Januari 2021 | 23:15 WIB
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri. (antara)
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri. (antara)

INILAH, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantarkan seorang saksi Daning Saraswati dari unsur swasta ke suatu tempat untuk mengambil beberapa dokumen terkait kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Penyidik KPK, Selasa, memeriksa Daning sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara (JPB) dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus tersebut.

"Untuk mengonfirmasi lebih jauh terkait apa yang diketahui oleh yang bersangkutan terkait dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini, maka tim penyidik KPK mengantarkan saksi ke suatu tempat untuk mengambil beberapa dokumen yang terkait perkara ini," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa.

Namun, Ali tidak menjelaskan lebih detail tempat yang dituju untuk mengambil beberapa dokumen tersebut.

Saat ini, kata dia, pemeriksaan terhadap saksi Daning masih dilakukan oleh tim penyidik KPK. "Perkembangan hasil pemeriksaan akan kami informasikan lebih lanjut," ujarnya pula.

Selain Juliari, KPK juga telah menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) dan Harry Van Sidabukke (HS) masing-masing dari pihak swasta.

Juliari diduga menerima suap senilai Rp17 miliar dari "fee" pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima "fee" Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko Santoso kepada Juliari melalui Adi Wahyono dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X