• Senin, 6 Desember 2021

Menteri PPN Lantik Kepala BIG Baru

- Rabu, 27 Januari 2021 | 15:40 WIB
Pelantikan Prof. Dr.rer.nat Muh Aris Marfai, M.Sc sebagai Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang baru. (antara)
Pelantikan Prof. Dr.rer.nat Muh Aris Marfai, M.Sc sebagai Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang baru. (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa melantik Prof. Dr.rer.nat Muh Aris Marfai, M.Sc sebagai Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang baru.

"BIG adalah lembaga yang sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah," kata Menteri Suharso dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Rabu.

Produk utamanya berupa Informasi Geospasial sangat dinantikan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat umum dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan.

Pelantikan dilaksanakan secara hibrid di Kantor Kementerian PPN, Jakarta. Menteri Suharso berharap Aris Marfai mampu memperkenalkan lembaga yang dipimpinnya ke masyarakat umum, khususnya pengguna data geospasial.

Dengan dinamika yang terjadi, mulai dari berbagai kejadian bencana alam, dan pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, maka tugas BIG ke depan tidak semakin ringan.

Dari aspek perencanaan pembangunan, paradigma perencanaan THIS (Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial) menempatkan informasi geospasial dalam posisi yang vital.

Oleh karenanya, keberadaan informasi geospasial yang lengkap, mudah diakses dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan suatu prioritas.

"Saya percaya, dengan kemampuan, pengalaman, networking, dan komitmen saudara yang telah terpilih melalui seleksi terbuka yang sangat ketat, saudara akan mampu membawa BIG menjadi lembaga yang penting dan diperhitungkan dalam mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

Menteri Suharso juga berpesan agar percepatan peta dasar skala besar, baik wilayah darat, laut maupun wilayah pantai menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi keberadaannya. Implementasi Satu Data Indonesia dan Kebijakan Satu Peta juga memerlukan upaya nyata.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Ini Penyebab Erupsi Gunung Semeru Kata Ahli ITB

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:13 WIB

Pelaku Pamer Payudara Di YIA Ditangkap Di Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:46 WIB

Gunung Semeru Meletus, Warga Berlarian Panik

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:00 WIB
X