• Senin, 6 Desember 2021

Akademisi: Teknologi Pangan Dapat Tingkatkan Nilai Tambah Produk

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:45 WIB
Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Kavadya Syska. (antara)
Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Kavadya Syska. (antara)

INILAH, Bandung - Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Kavadya Syska mengingatkan penerapan teknologi pangan dapat berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan.

"Dengan menggunakan teknologi yang tepat guna maka akan dapat memperoleh manfaat semaksimal mungkin sekaligus meningkatkan nilai tambah dari bahan pangan tersebut," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Koordinator Program Studi Teknologi Pangan UNU Purwokerto tersebut mencontohkan hasil panen bawang atau tomat yang berlimpah dapat diolah menjadi bawang goreng siap saji dan saus tomat.

"Selain mencegah agar hasil panen yang melimpah terbuang percuma, implementasi teknologi pangan juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari produk tersebut," katanya.

Dengan berbasis teknologi pangan, kata dia, maka hasil akhir produk akan memiliki peningkatan nilai tambah sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

"Bukan hanya petani, tapi juga akan berdampak pada pendapatan para produsen dan juga pekerja lain yang ikut berperan di dalamnya," kata Kavadya.

Selain itu, tambah dia, teknologi pangan juga dapat merangsang tumbuhnya perusahaan-perusahaan rintisan yang didominasi oleh kalangan milenial dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komputasi.

Dia juga mengatakan penerapan teknologi pangan dapat mendukung program ketahanan pangan terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

"Dengan adanya teknologi dan inovasi di bidang pangan maka ketersediaan pangan akan tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X