• Minggu, 24 Oktober 2021

Perlu Pengawasan Paralel Atasi Pembalakan Liar

- Minggu, 31 Januari 2021 | 09:15 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Makassar - Kejahatan dapat terjadi jika ada niat dan kesempatan. Itulah yang kerap dikatakan seseorang agar selalu waspada dengan keadaan di sekitarnya.

Kata-kata bijak tersebut setidaknya tercermin dalam kasus kejahatan kehutanan, khususnya pembalakan liar (illegal logging) di Sulawesi Selatan yang meningkat pada masa pandemi Covid-19 dengan pola memanfaatkan masyarakat lokal sekitar hutan untuk melakukan pembalakan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif JURnaL Celebes Mustam Arif  ketika menyoal hasil pemantauan tim independen yang diturunkan ke lokasi pembalakan liar di Sulsel.

Kondisi di lapangan menunjukkan penegakan hukum umumnya sampai pada pelaku lapangan, bahkan jarang menyentuh pedagang kayu maupun aktor di belakang layar.

Dari sembilan kasus (hampir dua kali lipat sebelum pandemi) penangkapan kayu ilegal yang dicatat JURnaL Celebes selama pandemi, hampir semua pelaku yang diproses hukum adalah warga. Umumnya mereka diminta atau bekerja sama dengan pembeli atau pengusaha kayu.

Adapun pihak yang menggunakan jasa mereka, hampir semuanya lolos dari jerat hukum, kecuali kasus perusakan hutan di kawasan konservasi Komara, Takalar.

Setelah seorang warga diproses hukum sampai vonis pengadilan, pihak kepolisian mengembangkan kasus ini. Akhirnya menetapkan tersangka dan menahan seorang tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Takalar berinisial HJB (58).

Pebisnis atau penjual kayu tampaknya memanfaatkan kesempatan pada masa pandemi. Ketika aktivitas masyarakat dibatasi terkait dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan pembalakan di hutan karena situasi relatif aman.

Kesempatan pada masa pandemi bukan hanya dimanfaatkan para pedagang kayu, melainkan masyarakat lokal sekitar hutan yang pendapatannya berkurang akibat dampak pandemi juga ikut-ikutan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X