• Jumat, 17 September 2021

Pemenang Anugerah Sastra Rancage

- Senin, 1 Februari 2021 | 17:55 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (antara)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (antara)

INILAH, Jakarta - Yayasan Kebudayaan Rancage telah mengumumkan para sastrawan Indonesia pemenang penghargaan Anugerah Sastra Rancage ke-33 tahun 2021 yang untuk pertama kalinya ajang ini digelar secara daring karena dalam situasi pandemi Covid-19.

Sastrawan Sunda Dadan Sutisna mendapatkan penghargaan ajang itu melalui karya novel berjudul "Sasalad", kemudian Supali Kasim mewakili sastra Jawa dengan kumpulan puisi "Sawiji Dina Sawiji Mangsa", dan cerpen "Nglekadang Meme" karya Komang Berata mewakili sastra Bali.

Dari Lampung, ada kumpulan puisi "Dang Miwang Miku Ading" karya Elly Dharmawanti, merepresentasikan sastra Madura adalah kumpulan puisi "Sagara Aeng Mata Ojan" karya Lukman Hakim AG, lalu Risnawati yang memenangkan penghargaan Samsudi lewat cerpen anak berjudul "Pelesir Ka Basisir".

Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Erry Riyana Hardjapamengkas, berharap pelestarian bahwa daerah tidak hanya melalui Anugerah Sastra Rancage, tapi pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga bisa menempatkan bahasa daerah dalam kurikulum nasional.

"Selama ini posisi bahasa daerah berada dalam kurikulum lokal yang sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah, padahal bahasa daerah memiliki peran penting sebagai penggali kearifan lokal yang memperkuat kebudayaan nasional," kata Erry, dalam pernyataan pers, Senin.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa Kemendikbud menempatkan kemajuan bahasa sebagai program prioritas melalui badan pengembangan dan pembinaan atau Badan Bahasa.

"Secara konsisten kami menyelenggarakan program pelestarian bahasa daerah. Kami menyadari bahwa bahasa daerah yang selama ini terdata sebanyak 718 bahasa merupakan suatu aset bangsa kita. Kelangsungan hidup bahasa tersebut akan sangat bergantung pada para penutur dan masyarakat tuturnya," kata Mendikbud.

Mendikbud Nadiem melanjutkan bahwa tahun ini Kemendikbud menargetkan ratusan karya berbahasa daerah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, agar khasanah kekayaan nusantara dapat dikenal luas. "Harapan kami cara seperti ini akan merawat kebhinekaan serta menumbuhkan apresiasi serta gotong royong guna membangun negeri ini."

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menambahkan bahwa bahasa daerah juga punya peran penting sebagai bahan baku peristilahan bagi Bahasa Indonesia dalam perkembangannya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X