• Sabtu, 18 September 2021

Strategi Tingkatkan Pariwisata, Menunggu Sambil Berbenah

- Minggu, 7 Februari 2021 | 07:15 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Masa penantian hingga tercipta kekebalan kawanan (herd immunity) terhadap Covid-19 setelah proses vaksinasi mesti dimanfaatkan pengelola wisata untuk berbenah agar siap menyambut wisatawan saat waktunya tiba, sementara fasilitas serta protokol kesehatan yang baik di tempat-tempat wisata di Tanah Air sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Henky Hotma Parlindungan Manurung, dalam bincang-bincang daring di YouTube BNPB, dikutip Sabtu, mengatakan sejauh ini sudah banyak pelaku usaha di berbagai tempat yang menambah sarana protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan.

Dia mencontohkan praktik yang telah berlangsung di Candi Prambanan, salah satu tujuan wisata populer, yang beradaptasi juga dengan teknologi sehingga wisatawan bisa mengurangi kontak fisik dan menekan risiko infeksi penyebaran virus corona.

Wisatawan, yang harus mendaftar, bisa membeli tiket secara daring. Dia menilai, protokol kesehatan di Candi Prambanan dan Borobudur juga sudah diterapkan ketika ditinjau pada Desember 2020. Masyarakat sekitar juga sudah dibiasakan memakai masker dan rutin memakai hand sanitizer untuk menjaga kebersihan. Dari sisi kesiapan tujuan wisata, pengelola wisata sudah mulai menjalankan protokol kesehatan untuk bersiap menyambut lagi wisatawan.

"Dengan adanya vaksin nanti, semoga bisa cepat pulih," kata Henky, menambahkan suasana diprediksi mulai kembali normal pada 2022.

Tahun lalu, lanjut dia, sudah ada hampir 15.000 usaha yang mendapatkan sertifikasi "Clean, Health, Safety and Environment" yang berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata dilakukan dengan melibatkan tim auditor independen terhadap penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima sertifikasi CHSE bisa berlipat ganda pada 2021. Henky menambahkan, proses ini harus dilewati bersama-sama melalui kolaborasi dari berbagai pihak.

"Kita lakukan secara bersama- sama dan kita yakin bahwa kita adalah bangsa yang mampu melewati seluruh pandemi Covid-19 ini."

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X