• Kamis, 23 September 2021

Korlantas: Arus Mudik Libur Imlek Tidak Mengalami Lonjakan Signifikan

- Jumat, 12 Februari 2021 | 07:15 WIB
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa. (antara)
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa. (antara)

INILAH, Jakarta - Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa menyebut arus mudik libur Imlek tidak mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan, khususnya yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejauh ini, menurut dia, arus kendaraan yang keluar Tol Cikampek ke arah Jawa hanya naik 9-10 persen. "Kami di KM 19. Kami cek ke lapangan tadi di KM 19, KM 57 yang akan mengarah ke Trans Jawa maupun ke Bandung ini dari siang belum mengalami peningkatan arus yang signifikan," kata Kombes Rudi Antariksa melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (11/2) malam.

"Tadi kami konfirmasi ke Gate Tol Cikampek utama, ada kenaikan sedikit 9-10 persen arus mengarah ke Jawa," sambung dia.

Rudi mengatakan kondisi landainya arus mudik libur Imlek dipengaruhi sosialisasi Pemerintah melalui Surat Edaran Tentang Larangan Bepergian Di Masa Liburan Imlek Bagi ASN, TNI dan Polri maupun pegawai BUMN.

Selain itu, pandemi Covid-19 yang belum berakhir juga membuat masyarakat lebih memilih berada di rumah pada libur Imlek kali ini.

"Jadi ini karena sangat efektif sosialisasi dari surat edaran Gugus Tugas tentang larangan bepergian jauh di libur panjang ini untuk ASN, TNI-Polri, BUMN maupun imbauan kepada karyawan swasta karena masih dalam situasi pandemi dan karena ada perpanjangan PPKM. Ini supaya Covid-19 benar-benar terkendali," katanya.

Selain itu, cuaca ekstrem di beberapa wilayah juga membuat masyarakat enggan bepergian. Salah satunya banjir di Pantura dan amblasnya jalan di KM 122 Tol Cipali akibat tanah bergerak lantaran curah hujan yang tinggi.

"Suasana yang masih pandemi, kemudian juga masyarakat memantau bahwa di musim cuaca ekstrim ini ada kerusakan di KM 122 Tol Cipali. Kemudian di jalur-jalur Pantura ada banjir, Semarang, Subang, di Pantura banyak yang banjir. Jadi masyarakat merasa kalau tidak penting-penting amat ngapain harus pergi,” tutur Rudi.

Meski demikian, Rudi memastikan jajaran polantas sebagaimana instruksi Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono telah menyiapkan sejumlah skenario bila terjadi kepadatan kendaraan di titik-titik yang rawan macet, salah satunya dengan menerapkan contraflow.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Dipanggil KPK, Anies Baswedan: Alhamdulillah

Rabu, 22 September 2021 | 19:01 WIB

Pemerintah Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Rabu, 22 September 2021 | 15:42 WIB
X