• Senin, 6 Desember 2021

Kampus Merdeka dan Upaya Penanganan Covid-19

- Rabu, 17 Februari 2021 | 21:15 WIB
Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof. Nizam meluncurkan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka di UNP. (antara)
Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof. Nizam meluncurkan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka di UNP. (antara)

INILAH, Jakarta - Kebijakan Kampus Merdeka telah diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada akhir Januari 2020.

Baru beberapa bulan diluncurkan, seluruh dunia menghadapi pandemi Covid-19. Otomatis seluruh aktivitas pembelajaran di perguruan tinggi beralih ke daring atau online. Lalu, bagaimana kampus menjalankan kebijakan Kampus Merdeka tersebut di tengah pandemi?

Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (UHAMKA) Prof Gunawan Suryoputro mengatakan secara umum hampir seluruh perguruan tinggi mengalami kesulitan dengan pembelajaran daring. Secara umum pembelajaran daring belum menjadi budaya secara umum di kampus di Tanah Air dan berdampak pada kualitas perguruan tinggi.

Meski demikian, dia yakin bahwa seluruh perguruan tinggi harus mendekatkan diri dengan pembelajaran daring sebaik mungkin dengan berbagai upaya, metode maupun teknik.

Penyelenggaraan pembelajaran daring yang awalnya dirasa kaku karena belum terbiasa, perlahan menjadi suatu hal yang lumrah. Perguruan tinggi harus cepat beradaptasi dengan kondisi sulit seperti saat ini dan bertransformasi dengan melakukan pembelajaran daring.

Gunawan menyebut hanya mahasiswa fakultas kedokteran yang melakukan pembelajaran secara luring, karena harus melakukan praktik yang sulit dilakukan secara daring. Pembelajaran luring dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Meski pembelajaran bertransformasi menjadi daring, pihaknya memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak mengalami perubahan, sehingga tetap menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan.

Begitu juga dengan kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang secara konsisten dijalankan oleh kampus.

Sejak semester lalu, lanjut dia, pihaknya menjalankan kebijakan Kampus Merdeka. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di luar program studi. Saat mahasiswa masuk semester enam, mahasiswa tersebut diizinkan mengambil mata kuliah di luar program studi. Bahkan, pihaknya juga berupaya memberikan kemerdekaan jika ada mahasiswa ingin mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain jika mata kuliah yang dikehendaki belum dimiliki oleh UHAMKA.

Kampus tersebut juga menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri. Juga dunia industri untuk memperkuat semangat program Kampus Merdeka.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X