• Minggu, 5 Desember 2021

Menristek: Kolaborasi Optimalkan Kegiatan Riset

- Kamis, 18 Februari 2021 | 21:45 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, (antara)
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan kolaborasi dalam negeri dan internasional menjadi kunci untuk memperkuat dan mengoptimalkan kegiatan riset dalam negeri di tengah keterbatasan anggaran riset.

"Kata kunci dari kegiatan riset hari ini itu adalah kolaborasi baik kolaborasi antarindividu, kolaborasi antarbidang ilmu, kolaborasi antarinstitusi seperti antar fakultas antaruniversitas kemudian universitas dengan lembaga penelitian dan berbagai macam kolaborasi lainnya," kata Menristek Bambang dalam acara virtual Pengumuman Pendanaan Penelitian untuk Perguruan Tinggi non PTNBH dan Tematik, Jakarta, Kamis.

Saat ini pendanaan riset di Indonesia masih didominasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika hanya mengandalkan dana dari negara, menurut Menristek, maka masih jauh dari cukup untuk membuat lompatan-lompatan jauh kegiatan riset. Oleh karenanya, skema kolaborasi menjadi cara untuk mengoptimalkan kegiatan riset karena pendanaan bisa datang dari beragam sumber.

Menurut Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), semua permasalahan global yang semakin rumit saat ini tentunya tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu bidang ilmu atau satu individu saja dengan mengesampingkan kolaborasi.

Justru kolaborasi bisa mempercepat lahirnya suatu inovasi, dan menyediakan jawaban berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap suatu masalah.

Kolaborasi juga didorong di Indonesia supaya para peneliti tentunya tidak asyik sendiri dengan agenda dan keahliannya sendiri melakukan riset sendiri karena kemungkinan itu bisa melahirkan inovasi yang kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Menristek Bambang mengatakan, relevansi hasil kegiatan riset terhadap kebutuhan masyarakat dan pasar harus terus ditingkatkan.

"Karenanya dengan dana APBN yang relatif terbatas ditambah belakangan sudah ada dana abadi riset yang akan mulai beroperasi penuh di tahun 2021 ini maka mendorong kerja sama riset internasional termasuk di dalam Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Pelaku Pamer Payudara Di YIA Ditangkap Di Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:46 WIB

Gunung Semeru Meletus, Warga Berlarian Panik

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:00 WIB
X