• Senin, 6 Desember 2021

Anggota DPR: Ambon Harus Jadi Kota Terkemuka di Indonesia Timur

- Rabu, 24 Februari 2021 | 09:10 WIB
Anggota Komisi VII DPR-RI Mercy Chriesty Barends. (antara)
Anggota Komisi VII DPR-RI Mercy Chriesty Barends. (antara)

INILAH, Ambon - Anggota Komisi VII DPR-RI Mercy Chriesty Barends menilai Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku sudah selayaknya menjadi kota yang maju dan terkemuka di kawasan Timur Indonesia, terutama di sektor jasa dan perdagangan.

"Sudah waktunya Ambon harus menjadi kota unggulan di sektor jasa, perdagangan dan pendidikan di kawasan Timur. Karena itu orientasi perencanaan pembanguna harus bermuara ke sana," kata Mercy Barends usai melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkot Ambon, Selasa.

Menurut legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Maluku tersebut, perencanaan pembangunan Kota Ambon ke depan sudah harus diarahkan untuk mendukung Ambon sebagai pusat layanan jasa, perdagangan dan pendidikan terkemuka, termasuk penyediaan sarana dan parasarana pendukung.

Ambon seharusnya tidak lagi berorientasi pada pembangunan dan penyediaan infrastruktur dasar seperti 10 kabupaten kota lainnya di Maluku, karena sebagai ibu kota provinsi Maluku perkembangan pembangunannya sudah sangat jauh berkembang dibanding daerah lainnya di daerah tersebut.

Pemerintah Kota Ambon disarankan lebih memfokuskan program pembangunan yang bersinggungan langsung dengan tiga Program Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah pusat di Maluku, baik dari segi sumber daya, infrastruktur hingga perangkat peraturan daerah.

Program strategis nasional yang dimaksudkan yakni kehadiran blok migas Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang direncanakan beroperasi pada 2025, serta rencana pengembangan Gugusan kepulauan Banda sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis pariwisata, serta penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

"Khusus LIN pemerintah pusat segera membangun pelabuhan perikanan terpadi terintegrasi serta Ambon New Port di perbatasan antara Desa Waai dan Liang, kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah dan dijadwalkan beroperasi 2023. Rencana ini harus paling pertama disambut dan dijemput Pemkot Ambon," ujarnya.

Menurut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI itu, semua perencanaan pembangunan pemkot Ambon harus beririsan dengan tiga program besar pemerintah pusat ini, karena semuanya akan bermuara di Ambon sebagai pintu masuk-keluar sektor perdagangan dan jasa, berskala internasional.

Selain program pembangunan sumber daya manusia, termasuk masyarakat kecil juga harus disiapkan untuk menjemput "ledakan" kemajuan pembangunan tersebut, termasuk mempersiapkan para nelayan kecil untuk menjadi tuan di negeri sendiri.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X