• Senin, 6 Desember 2021

BPPT Akan Pasang 13 Buoy atau Pendeteksi Tsunami pada 2020-2024

- Kamis, 4 Maret 2021 | 22:00 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro bersama Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Muhammad Ilyas . (antara)
Menristek Bambang Brodjonegoro bersama Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Muhammad Ilyas . (antara)

INILAH, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ​​​akan memasang 13 buoy atau alat pendeteksi potensi tsunami, sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami di seluruh perairan Indonesia pada periode 2020-2024.

"Pada 2020-2024 akan ada 13 lokasi untuk buoy tsunami," kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Muhammad Ilyas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi 2021 Bidang Mitigasi Bencana di Jakarta, Kamis.

Ilyas menuturkan pada 2021, BPPT akan melakukan pemasangan buoy di tujuh lokasi, yakni di Bali, Malang, Cilacap, Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau, Bengkulu dan Pulau Nias.

Selain itu, pada 2021 BPPT juga melakukan penggelaran kabel dan operasional sistem Indonesia Cable Base Tsunameter (InaCBT) di Labuan Bajo dan Rokatenda.

Kegiatan lain yang dilakukan pada 2021 adalah Detail Engineering Design (DED) untuk sistem elektronik Cable Base Tsunameter (CBT), desktop study dan studi kelayakan untuk InaCBT di Banda Neira (Maluku), dan peningkatan kerja sama luar negeri advanced CBT Krui-Cilacap.

BPPT juga akan melakukan produksi empat set InaBuoy dalam rangka "stocking" pemeliharaan, dan kegiatan operasional seluruh sistem InaCAT di utara Selat Lombok.

InaBuoy adalah alat buatan Indonesia yang mampu mengirimkan data tekanan air laut dan peringatan potensi tsunami.

InaTOC adalah pusat pengamatan data untuk sensor Cable Based Tsunameter dan Buoy tsunami. Data digunakan untuk observasi, peningkatan pemahaman, deteksi dan prediksi tsunami yang lebih akurat. (antara)

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X