• Senin, 20 September 2021

UI Kukuhkan Delapan Guru Besar

- Minggu, 14 Maret 2021 | 09:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Depok - Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan delapan guru besar yang terdiri atas enam orang Guru Besar Fakultas Kedokteraan (FK) serta dua orang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam keterangannya, Minggu mengatakan, pengukuhan Guru Besar tahun ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu perpaduan antara virtual dan luring (offline) di kampus UI Depok dan Salemba, tanpa mengurangi kekhidmatan acara tersebut.

Pada sesi pertama dikukuhkan empat profesor, yaitu Prof. dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, SpP(K) sebagai GB Tetap FK UI dengan kepakaran bidang ilmu pulmonologi dan kedokteran respirasi, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, MS, PKK, PGDRM, SpOk., Ph.D sebagai GB bidang ilmu kedokteran okupasi.

Selanjutnya Prof. Dr. Budi Frensidy, S.E., Ak., M.Com sebagai GB Tetap FEB UI bidang ilmu keuangan dan pasar modal dan Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., S.I.P., D.E.A., Ph.D sebagai GB Tetap bidang ilmu perbankan dan keuangan.

Pada sesi kedua dikukuhkan empat profesor FK UI lainnya, yakni Prof. Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap FK UI dengan kepakaran bidang ilmu kesehatan anak, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap bidang ilmu kesehatan anak.

Berikutnya Prof. Dr. dr. Pramita Gayatri, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Gastrohepatologi Anak, dan Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) sebagai Guru Besar bidang ilmu kesehatan anak.

Prof. Elisna menjadi GB Tetap UI ke-9 dalam bidang ilmu pulmonologi dan kedokteran respirasi yang diangkat pada tahun 2021. Pada pengukuhan ini Elisna membacakan pidato berjudul “Paradigma Baru Kanker Paru: Sebuah Penyakit Kronik”.

Menurutnya, dengan paradigma baru, target pengobatan adalah mengontrol kanker paru. Pendekatan paliatif pada tatalaksana pasien kanker paru membuat target optimis, yaitu target sembuh dalam arti kanker hilang komplit tanpa menjalani pembedahan.

Target pengobatan kanker paru stage lanjut adalah dapat mengontrol penyakitnya dan hidup yang berkualitas pada penyintasnya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X