• Sabtu, 16 Oktober 2021

Jalan Panjang Pengembangan Energi Nuklir Nasional

- Minggu, 14 Maret 2021 | 19:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Penggunaan reaktor nuklir untuk menghasilkan energi baru yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat telah dimulai pada awal abad-20, melalui temuan Enrico Fermi -ilmuwan fisika Italia- bersama timnya.

Nuklir kian terkenal ketika perang dunia kedua saat Amerika Serikat menghancurkan dua kota penting Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki. Setelah 1945, nuklir tidak lagi dipakai untuk perang melainkan untuk tujuan damai menciptakan energi bagi masa depan umat manusia.

Di Indonesia, sejarah awal nuklir telah dimulai sejak tahun 1954. Kala itu, pemerintahan Ode Lama membentuk Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivet yang bertugas menyelidiki kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di Samudera Pasifik.

Berlanjut pada 5 Desember 1958, pemerintah menerbitkan peraturan baru untuk membentuk Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1964.

Program pengembangan energi nuklir di Indonesia bagaikan roller coaster. Perbincangan awal untuk menjadikan nuklir sebagai pembangkit listrik dimulai tahun 1978, ada banyak kajian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan nasional kala itu.

Namun, kecelakaan Chernobyl di Rusia yang terjadi pada 26 April 1986 lantas menurunkan semangat pengembangan energi nuklir nasional.

Rentang 1991-1996, muncul perbincangan serius untuk menggarap listrik nuklir yang dimulai dari studi kelayakan di Semenanjung Muria, Jawa Tengah. Bahkan saat itu pemerintahan Orde Baru mendukung dengan menghadirkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 Tentang Ketenaganukliran.

Krisis ekonomi tahun 1998 pun membuat rencana pengembangan energi nuklir tertunda dan cenderung vakum selama lebih dari satu dekade.

Pada 2011-2013, muncul studi kelayakan terkait potensi pengembangan energi nuklir di Bangka Belitung. Sejalan dengan itu terjadi kecelakaan di Fukushima, Jepang, pada 2011, akibat bencana tsunami yang membuat minat pengembangan energi nuklir di Indonesia kembali melemah.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X