• Sabtu, 18 September 2021

Banser, Pecalang, dan Nyepi

- Selasa, 16 Maret 2021 | 15:15 WIB
Anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dan Pecalang Bali di tengah hujan saat melakukan pengamanan lalu lintas ketika persembahyangan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi. (antara)
Anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dan Pecalang Bali di tengah hujan saat melakukan pengamanan lalu lintas ketika persembahyangan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi. (antara)

INILAH, Denpasar - Sebuah foto yang merekam anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dan Pecalang Bali di tengah hujan saat melakukan pengamanan lalu lintas ketika persembahyangan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi oleh umat Hindu di Pulau Bali, menjadi viral di media sosial, Sabtu (13/3).

Para warganet memuji nilai keharmonisan yang ditunjukkan oleh masyarakat Bali, kendati berbeda agama itu. "Itu foto anggota banser dan pecalang saat kehujanan dalam pengamanan Nyepi di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali pada Sabtu (13/3) pukul 16.30 Wita," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng, Bali, Abdul Karim Abraham (merdeka.com, 15/3).

Saat Hari Raya Nyepi 2021 itu, 170 anggota Pemuda Ansor dan Banser di Buleleng, ikut membantu pecalang, menjaga keamanan di lima kecamatan di Buleleng, Bali. Mereka diturunkan di 17 titik ada di lima  kecamatan. Satu titik sekitar lima dan 10 orang anggota.

"Kita ingin sampaikan adalah pesan keharmonisan. Jadi kita melakukan itu saling membantu antar kemanusiaan dan tidak melihat (perbedaan) agama. Tapi, ini memang sudah kita pupuk sejak lama. Sebenarnya, kita menjaga warisan orang tua kita yang juga hubungannya sangat harmonis sebelumnya," ujar Abraham.

Fakta di Buleleng itu merupakan fakta rutin dari tahun ke tahun yang bukan hanya terjadi di Buleleng, tapi di seluruh kabupaten/kota di "Pulau Dewata" Bali.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali, Amron Sudarmanto mengatakan, kerja sama ini sudah menjadi kegiatan rutin saat hari raya agama Hindu maupun Islam. Ia pun mengapresiasi semangat sahabat-sahabat Banser yang terlibat dalam pengamanan perayaan Nyepi ini. "Keterlibatan Banser ini sudah bisa membawa nama baik Islam yang ramah di mata agama lain," terangnya (nu.or.id).

Untuk di Bali sendiri, keharmonisan hubungan antara umat Islam dan Hindu sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. "Nah, kenapa di Bali tidak pernah terjadi konflik berlatar agama, karena kita sudah lama bersama, saling menghormati dan saling memahami, wajar jika sampai hari ini kita rukun," tambahnya.

Amron pun menegaskan bahwa suasana kondusif ini harus terus dipertahankan oleh generasi penerus, terlebih oleh GP Ansor dan Banser. "Banser memiliki tanggungjawab moril untuk ini," tegasnya.

"Humanisme" Gus Dur

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

X