• Sabtu, 18 September 2021

Obituari Arnaz Ferial Firman, sang Panutan Kantor Berita ANTARA

- Kamis, 18 Maret 2021 | 08:20 WIB
Arnaz Ferial Firman semasa hidupnya. (antara)
Arnaz Ferial Firman semasa hidupnya. (antara)

INILAH, Jakarta - Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB, pesan beruntun tak henti masuk dalam layar telepon seluler awak redaksi ANTARA. Seketika seluruh orang yang membaca tertunduk lemas dan tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mendengar kabar wartawan senior, Arnaz Ferial Firman, meninggal dunia.

"Innalillahi Innalillahi wa inailaihirojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Arnaz Ferial Firman pada hari ini Rabu (17/3) pukul 10.00 WIB. Semoga Almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Aamiin YRA," begitu bunyi pesan yang membuat dada kemudian terasa sesak.

Sosok almarhum memang begitu dicintai di keredaksian ANTARA. Meski terbilang senior, tanpa diminta ia selalu membimbing para pewarta muda untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, disiplin, telaten, dan tak boleh melakukan kekeliruan sekecil apapun.

Paling diingat bagi sebagian besar redaksi di ANTARA, Dia tidak segan menegur pewarta yang beritanya sedang ditangani apabila ada yang salah. Dia akan menghubungi sang wartawan di mana pun dia berada. Tegurannya kadang bicara panjang lebar, kadang hanya beberapa kalimat saja. Yang khas, dia selalu mengakhirinya dengan satu kata, "gombal".

Kata "gombal" akan keluar dari mulut almarhum saat mendengar pewarta mengumbar janji bahwa dia tak akan mengulangi kekeliruan atau kesalahannya lagi. Ia tahu bahwa kesalahan akan selalu memayungi setiap pewarta dan khitah setiap manusia adalah tak luput dari kesalahan.

"Beliau redaktur yang bersahaja dan dekat dengan junior-junior wartawan muda. Kenapa bersahaja? Karena dia pengalaman banyak, pengetahuan luas, tetapi kalau memberi koreksi atau nasihat tidak pernah dengan cara-cara yang arogan dan sombong, tetapi dengan cara-cara yang 'membumi'," kenang Genta Tenri Mawangi, pewarta desk Polhukam.

Begitu pula dengan yang dirasakan Kabiro ANTARA Jawa Barat, Zainal Abidin, yang pernah kena teguran Arnaz semasa menjadi pewarta di desk ekonomi. Zainal mengatakan setiap teguran yang disampaikan almarhum menjadi motivasi berlipat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan.

Arnaz, bagi dia, bagai oase di tengah segala keterbatasan. Ia seperti mesin pencarian di kala kebingungan melanda setiap pewarta dalam merangkai kata demi kata, bait demi bait.

"Pak Arnaz sudah banyak mengajarkan kita yang juniornya bagaimana untuk meliput berita, membuat berita. Dan Pak Arnaz begitu detail, tentu kehilangan sosok yang besar, yang menjaga marwah jurnalistik ANTARA," kata dia.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X