• Sabtu, 18 September 2021

Pengamat: Indonesia Lebih Cepat Tangani Pandemi Covid-19

- Jumat, 19 Maret 2021 | 11:15 WIB
Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana. (antara)
Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana. (antara)

INILAH, Lebak - Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana menyatakan Presiden RI Joko Widodo lebih cepat menangani pandemi Covid-19 dibandingkan negera-negara lain di dunia.

"Saya optimistis Indonesia bisa terbebas dari Covid-19 dengan semangat vaksinasi itu," kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana di Lebak, Jumat.

Pemerintahan Jokowi bekerja keras untuk pengendalian Covid-19 dengan mengamankan 426 juta dosis vaksin untuk mempercepat kekebalan komunal (herd immunity).

Menurut Harist Hijrah Wicaksana, negara-negara lain di dunia itu membutuhkan ketersediaan vaksin. Namun, Jokowi lebih dahulu mengamankan vaksinasi tersebut.

Bahkan, program vaksinasi lebih awal dimulai 13 Januari untuk tenaga kesehatan. Pada saat ini sudah masuk tahap kedua untuk pelayanan publik dan usia lanjut.

Pemerintah berkomitmen menargetkan sekitar 182 juta jiwa penduduk bisa divaksinasi sampai akhir 2021.

Selama ini, kata dia, program vaksinasi Covid-19 sedikit demi sedikit secara perlahan-lahan lebih baik juga berbagai elemen masyarakat sangat menunggu vaksinasi.

"Semangat vaksinasi yang dibangun pemerintah itu hingga 2023 agar Indonesia bisa terbebas penyakit yang mematikan tersebut," katanya.

Saat ini, lanjut dia, masyarakat sudah tidak sabar lagi ingin sterilisasi Covid-19 dan laju pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X