• Minggu, 28 November 2021

Dana BOTI 2021 bagi Rumah Ibadah Jakarta Ditetapkan Rp140 Miliar

- Minggu, 21 Maret 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Dana hibah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) untuk tahun 2021 bagi rumah-rumah ibadah di Jakarta dari berbagai agama, ditetapkan Rp140,520 miliar.

Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda DKI Jakarta Muhammad Zen, di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa dana hibah BOTI sebesar Rp140,520 miliar pada 2021 ini akan disalurkan untuk 3.200 masjid, 2.000 musala, 1.379 gereja, 263 wihara serta 19 pura, kuil, dan mandil.

"Besaran dana hibah BOTI untuk tempat ibadah besar seperti masjid, gereja, pura, dan wihara sejumlah Rp2 juta per bulan. Sementara, untuk tempat ibadah sedang seperti musala sebesar Rp1 juta per bulan," ujarnya.

"Selain itu, ada dana insentif untuk pengurus/penjaga tempat-tempat ibadah, seperti marbot, imam masjid/musala, pengurus gereja, wihara, dan pura sebesar Rp500 ribu per bulan. Dana hibah BOTI dan insentif ini diberikan selama 12 bulan," kata dia melanjutkan.

Angka ini, kata Zen, mengalami peningkatan sejak program dimulai pada 2019 lalu, dengan anggaran hibah BOTI mencapai Rp87,552 miliar diberikan kepada 3.148 masjid dan 1.000 musala.

Kemudian pada 2020, karena adanya pandemi Covid-19 besaran dana hibah mengalami rasionalisasi. Tempat ibadah seperti masjid, gereja, wihara, pura, kuil, dan mandil mendapatkan Rp1 juta per bulan, sementara musala dari Rp1 juta menjadi Rp500 ribu per bulan. Sehingga, usulan BOTI tahun 2020 yang semula Rp134,808 miliar menjadi Rp67,404 miliar.

BOTI tahun 2020 diberikan kepada 3.200 masjid, 2.000 musala, 1.379 gereja, 19 wihara, serta 19 pura, kuil, dan mandil.

"Jumlah tempat ibadah yang diberikan pada 2021 ini, masih sama seperti tahun 2020 lalu, namun besaran dana hibah kembali seperti semula, yakni Rp2 juta per bulan untuk tempat ibadah seperti masjid dan musala Rp1 juta per bulan," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan program BOTI 2019 dan 2020 berjalan dengan baik, sesuai dengan prinsip kepatutan dan rasionalitas serta membawa manfaat kepada masyarakat. Tempat ibadah penerima hibah yang ditentukan oleh lembaga keagamaan/koordinator juga telah memenuhi persyaratan yang ditentukan sebagai penerima hibah.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Jelang Nataru, MenPAN-RB Larang ASN Cuti Akhir Tahun

Minggu, 28 November 2021 | 13:30 WIB

Anies Baswedan Buka Suara Soal Sebutan Kadrun, Marah?

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB
X